Pasar Pangkalpinang Sepi, Harga Ayam Tembus Rp42 Ribu dan Ikan Capai Rp70 Ribu per Kilo

PANGKALPINANG, IRRO — Aktivitas jual beli di sejumlah pasar tradisional di Pangkalpinang cenderung sepi. Di tengah kondisi tersebut, pedagang mengeluhkan jumlah pembeli yang belum ramai, sementara masyarakat mengaku terbebani harga kebutuhan pokok yang masih relatif tinggi.

Harga sejumlah bahan pangan disebut belum mengalami perubahan berarti. Meski relatif stabil, kondisi itu belum sepenuhnya melegakan masyarakat karena harga yang bertahan dinilai masih cukup mahal untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bacaan Lainnya

Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah daging ayam. Di Pasar Pagi Pangkalpinang, harga ayam dijual sekitar Rp38 ribu per kilogram. Sementara itu, di Pasar Irian, harganya mencapai Rp42 ribu per kilogram, bahkan pada siang hari ketika aktivitas jual beli cenderung lebih lengang.

Kondisi tersebut membuat masyarakat harus lebih cermat mengatur pengeluaran, terutama untuk kebutuhan pangan keluarga.

Salah seorang pedagang ayam di Pasar Pagi, Rudi, mengatakan aktivitas perdagangan belum seramai yang diharapkan. Menurutnya, harga yang masih relatif tinggi dapat memengaruhi keputusan masyarakat dalam berbelanja.

“Pembeli sekarang tidak selalu ramai. Ada yang tetap membeli, tetapi jumlahnya disesuaikan dengan uang yang mereka punya,” ujarnya, Jumat (16/10/2026).

Di sisi lain, masyarakat juga mengeluhkan harga ikan yang dinilai masih tinggi. Di pasar tradisional, harga ikan berkisar Rp30 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram, bergantung pada jenis ikan, ukuran, kualitas, serta tingkat kesegarannya.

Harga tersebut membuat sebagian pembeli harus mempertimbangkan kembali jenis ikan yang akan dibeli. Tidak sedikit masyarakat yang memilih ikan dengan harga lebih terjangkau agar pengeluaran tetap sesuai anggaran.

Salah seorang pembeli, Siti, mengaku heran dengan tingginya harga ikan di Bangka Belitung yang dikenal sebagai wilayah kepulauan dengan sumber daya perikanan.

“Bangka Belitung ini wilayah perairan, tetapi harga ikan juga terasa mahal. Kalau belanja kebutuhan dapur, kita harus menghitung betul supaya uang yang dibawa cukup,” katanya.

Menurutnya, ikan yang selama ini menjadi salah satu pilihan lauk masyarakat kini tetap membutuhkan anggaran cukup besar, terutama jika harus membeli dalam jumlah banyak untuk kebutuhan keluarga.

Keluhan serupa juga dirasakan pedagang yang berharap aktivitas pasar kembali ramai. Sepinya pembeli membuat mereka harus lebih bersabar menunggu pelanggan, sementara harga sejumlah komoditas belum banyak berubah.

Meski harga ayam dan ikan bervariasi di setiap pasar, masyarakat berharap harga kebutuhan pokok dapat lebih terjangkau. Dengan begitu, daya beli tetap terjaga dan aktivitas perdagangan di pasar tradisional bisa kembali meningkat.

Di tengah kondisi tersebut, harga yang relatif stabil belum tentu berarti beban belanja masyarakat ikut berkurang. Bagi pembeli, keterjangkauan harga tetap menjadi pertimbangan utama, sedangkan bagi pedagang, ramainya pembeli menjadi harapan agar usaha sehari-hari terus berjalan.

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *