Pemkot Pangkalpinang Gelar Sharing Session Ekraf, Siapkan Festival Ekraf, Kampung Kreatif hingga Film Layar Lebar

Pangkalpinang, IrroNews.com – Pemerintah Kota Pangkalpinang menggelar sharing session bersama akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, media dan perbankan dalam rangka pengembangan ekonomi kreatif tahun 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penyusunan rencana pembangunan Kota Pangkalpinang tahun 2027.

Asisten Pemerintahan Perekonomian dan Pembangunan Kota Pangkalpinang, Juhaini, mengatakan berbagai saran dan masukan yang dihimpun dalam pertemuan tersebut akan menjadi bahan dalam Musrenbang tingkat kota yang akan dimulai bulan depan.

Bacaan Lainnya

“Kami hari ini melaksanakan sharing session dengan pelaku, komunitas, dan pemerintah dalam rangka pengembangan ekraf tahun 2026. Beberapa saran dan masukan ini akan menjadi bahan dalam penyusunan rencana pembangunan Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk tahun 2027,” ujar Juhaini.

Ia menegaskan, ekonomi kreatif merupakan salah satu mesin pertumbuhan ekonomi Pangkalpinang sehingga perlu didukung secara serius. Sejumlah masukan yang mengemuka dalam diskusi antara lain terkait penguatan komunitas ekraf, optimalisasi objek daya tarik wisata, perbaikan sistem perizinan OSS, kemudahan penyelenggaraan acara, serta sinergi dalam pelaksanaan event di Kota Pangkalpinang.

“Ekraf ini adalah mesin pertumbuhan ekonomi Pangkalpinang. Karena itu, ini menjadi sesuatu yang perlu kita dukung bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang, Susi Erawati, menjelaskan bahwa pertemuan tersebut melibatkan unsur hexahelix, yakni akademisi, pelaku usaha, komunitas, pemerintah, media, dan perbankan.

“Dengan mengumpulkan hexahelix ini, kita bisa mendengar masukan mereka. Ekosistem ekraf ini mau dibawa ke mana. Setelah mereka menyampaikan ide, kreativitas, gagasan dan inovasi, pemerintah akan memfasilitasi agar ekosistem ekonomi kreatif bisa semakin berkembang di Kota Pangkalpinang,” jelas Susi.

Salah satu isu yang banyak disoroti dalam diskusi adalah peningkatan kualitas kemasan (packaging) produk lokal. Menurut Susi, kemasan produk ekraf Pangkalpinang dinilai masih perlu ditingkatkan agar mampu bersaing di tingkat lokal, nasional, bahkan internasional.

“Itu menjadi PR bagi kami di bidang ekraf Dinas Pariwisata. Ke depan, kita akan memberikan pelatihan dan fasilitasi agar packaging produk benar-benar bisa diterima di berbagai pasar,” katanya.

Sebagai kota yang telah ditetapkan sebagai Kota Kreatif Indonesia, Pangkalpinang juga dituntut untuk mempertahankan predikat tersebut. Salah satu langkah yang disiapkan adalah Kota Pangkalpinang menuju UCCN, pengembangan Kampung Kreatif, Zona Kreatif, hingga Creative Hub.

Susi mencontohkan konsep Kampung Kreatif yang dapat dikembangkan di kawasan wisata seperti susur sungai atau Sejagat. Di kawasan tersebut, wisatawan tidak hanya menikmati atraksi wisata, tetapi juga kuliner, musik, dan produk kriya serta subsektor lainnya.

Selain itu, Kampung Selindung yang dikenal sebagai sentra kain Cual juga dinilai potensial menjadi Kampung Kreatif karena banyak warganya yang menenun dan memproduksi Cual.

“Jadi saat wisatawan datang, mereka bukan hanya menikmati wisatanya, tapi juga bisa menikmati kuliner, musik, kriya, dan produk kreatif lainnya,” ujarnya.

Dalam upaya promosi, Pemkot Pangkalpinang juga merencanakan produksi film layar lebar sebagai media promosi wisata dan ekonomi kreatif. Film tersebut ditargetkan mulai berproduksi pada tahun 2027, dengan proses persiapan yang sudah dimulai dari sekarang melalui kajian dan seminar yang melibatkan Bapperida.

“Promosi yang besar salah satunya melalui film. Insyaallah kita akan membuat film, rencananya akan diproduksi pada tahun 2027, tapi prosesnya dimulai dari sekarang,” kata Susi.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh beberapa pihak sponsor, baik dari swasta, BUMD maupun BUMN. Selain itu, terdapat kolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam rangka mendukung dan menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi Tahun 2026.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *