Antrean BBM di Bangka Belitung Dipicu Isu Stok, Warga Mengaku Khawatir Kehabisan

Pangkalpinang, IrroNews.com – Antrean kendaraan untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) terjadi di sejumlah SPBU di wilayah Bangka Belitung dalam dua hari terakhir. Kepadatan kendaraan terlihat di beberapa titik SPBU, bahkan sebagian antrean mulai meluas hingga ke bahu jalan.

Kondisi tersebut dipicu oleh informasi yang beredar di media sosial yang menyebutkan stok BBM di Bangka Belitung hanya cukup untuk sekitar 20 hari. Informasi itu membuat sebagian masyarakat memilih mengisi BBM lebih awal untuk mengantisipasi kemungkinan kelangkaan.

Integrated Terminal Manager Pangkal Balam, Tri Awan Nusa Putra, mengatakan pihaknya telah memantau situasi tersebut sejak antrean mulai muncul pada Rabu (4/3/2026).

“Setelah informasi itu muncul Selasa malam, kami mulai melakukan pemantauan sejak Rabu. Awalnya antrean masih berada di dalam area SPBU, namun pada hari berikutnya sudah mulai memanjang hingga ke bahu jalan,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).

Menurutnya, dari hasil dialog dengan masyarakat yang mengantre, sebagian besar mengaku terpengaruh oleh informasi yang beredar di media sosial dan pemberitaan mengenai ketahanan stok BBM.

Salah seorang warga Pangkalpinang, Riko (29) mengaku sengaja datang lebih awal ke SPBU untuk mengisi BBM karena khawatir akan terjadi kelangkaan.

“Semalam saya lihat di media sosial katanya stok BBM cuma cukup 20 hari. Jadi pagi ini langsung isi penuh saja, takut nanti kalau sudah ramai malah tidak kebagian,” katanya.

Warga lainnya, Suryadi (45), yang bekerja sebagai sopir travel juga mengaku ikut antre untuk memastikan kendaraannya tetap bisa beroperasi.

“Kalau untuk kami yang kerja di jalan, BBM itu kebutuhan utama. Jadi begitu dengar kabar itu, saya langsung isi penuh supaya aman beberapa hari ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, Lina (38), seorang ibu rumah tangga yang turut mengantre dengan sepeda motor, mengatakan dirinya ikut mengisi BBM karena melihat antrean panjang di SPBU.

“Awalnya saya tidak tahu soal berita itu, tapi lihat antrean panjang jadi ikut antre juga. Takut nanti kalau benar-benar langka malah susah,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Pertamina memastikan informasi mengenai stok BBM yang hanya cukup 20 hari tidak benar. Perusahaan menegaskan bahwa ketersediaan BBM di Bangka Belitung dalam kondisi aman.

Tri menjelaskan bahwa kebutuhan BBM di wilayah Bangka secara normal berkisar antara 1.000 hingga 1.100 kiloliter per hari untuk seluruh jenis produk, baik gasoline maupun gasoil.

Ia menambahkan, menjelang Ramadan dan Idulfitri, Pertamina bahkan telah menambah pasokan penyaluran ke sejumlah SPBU untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi masyarakat.

Selain BBM, Pertamina juga melakukan extra dropping LPG guna memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat tetap terjaga.

“Kami memastikan stok BBM dan LPG aman. Jadi masyarakat tidak perlu panik dan tidak perlu melakukan pembelian berlebihan,” tegasnya.

Pertamina bersama sejumlah pihak juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak terpengaruh informasi yang belum tentu benar serta menghindari panic buying yang justru dapat memperparah antrean di SPBU.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *