Wamen P2MI Ungkap Mayoritas Kasus PMI Babel Berangkat Lewat Jalur Ilegal

Pangkalpinang, IrroNews.com — Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Zulfikar Ahmad Tawalla, mengungkapkan mayoritas kasus pekerja migran asal Bangka Belitung yang ditangani pemerintah berasal dari keberangkatan melalui jalur ilegal.

Hal tersebut disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

“Beberapa kasus yang kita tangani di Bangka Belitung itu karena rata-rata pekerja kita berangkat lewat jalur ilegal. Makanya negara butuh ekstra dalam menyiapkan perlindungan bagi mereka yang memilih jalur ilegal untuk berangkat,” ujar Zulfikar saat dirinya baru mendarat di Babel, Selasa (26/5/2026).

Menurutnya, pekerja migran yang berangkat tanpa prosedur resmi cenderung lebih rentan mengalami persoalan hukum, eksploitasi kerja, hingga kesulitan mendapatkan perlindungan negara di negara penempatan.

Karena itu, pemerintah terus mendorong penguatan sistem perlindungan pekerja migran mulai dari tahap awal keberangkatan.

“Perlindungan pekerja migran itu harus dalam satu ekosistem yang utuh, tidak hanya pada saat penempatannya. Tetapi juga pada saat penyiapannya, mulai dari penyiapan kompetensinya, administrasinya, dokumen kontrak, dan lain sebagainya,” katanya.

Ia menilai kesiapan administrasi dan kompetensi calon pekerja migran menjadi faktor utama dalam meminimalisasi persoalan yang muncul di luar negeri.

“Bilamana persiapan itu telah siap 100 persen, maka itu sudah hampir 90 persen dari total kebutuhan perlindungan itu terselesaikan,” ujarnya.

Selain persoalan perlindungan, Zulfikar juga melihat potensi pekerja migran asal Bangka Belitung masih dapat terus ditingkatkan. Berdasarkan data yang diterimanya, jumlah penempatan PMI asal Babel tahun lalu mencapai sekitar 500 orang.

“Tadi kita sudah diskusi awal, saya melihat ada potensi. Pak Kepala Balai menyampaikan di sini kurang lebih penempatan tahun kemarin ada 500 orang,” katanya.

Pemerintah pun berharap program peningkatan kualitas SDM seperti “SMK Go Global” dapat mendorong pekerja migran asal Bangka Belitung masuk ke sektor tenaga kerja menengah hingga berkeahlian tinggi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *