Satkar Ulama Babel Dilantik, Akmal Fauzi Siapkan Sinergi Ulama dan Umaro

Pangkalpinang, IrroNews.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Satuan Karya Ulama Indonesia (Satkar Ulama Indonesia) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung resmi memiliki kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Akmal Fauzi. Usai dilantik, kepengurusan ini menargetkan penguatan sinergi antara ulama dan umaro (pemerintah), sekaligus mendorong pembinaan generasi muda yang berakhlak mulia.

Ketua DPD Satkar Ulama Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Akmal Fauzi, mengatakan langkah awal yang akan dilakukan adalah membangun komunikasi dan menyamakan persepsi dengan pemerintah daerah serta sejumlah lembaga keagamaan.

Pihaknya berencana melakukan audiensi dengan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Kantor Wilayah Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), hingga Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

“Yang pertama, kita akan audiensi ke pemerintah daerah dulu, ke Gubernur, Kanwil Depag, MUI, dan FKUB. Kita sowan, kita samakan persepsi,” kata Akmal, Sabtu (10/10/2026).

Menurutnya, Satkar Ulama memiliki peran penting dalam memperkuat hubungan antara ulama dan pemerintah, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Bahkan, pihaknya berharap sinergi tersebut dapat diperluas hingga tingkat desa.

Akmal menilai keselarasan antara ulama dan umaro menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik. Karena itu, pihaknya akan berupaya memaksimalkan peran organisasi untuk memperkuat kerja sama kedua unsur tersebut.

Selain itu, Akmal menegaskan Satkar Ulama bukan merupakan organisasi sayap yang wajib mengikuti seluruh perintah partai, meskipun memiliki afiliasi dengan Partai Golkar.

“Selama ini anggapan orang Satkar Ulama itu underbow partai. Bukan underbow partai, tetapi berafiliasi. Kalau underbow itu wajib ikut perintah partai, kita tidak,” ujarnya.

Di sisi lain, pembinaan generasi muda juga menjadi perhatian melalui Angkatan Muda Satuan Karya Ulama Indonesia (AMSI). Organisasi kepemudaan tersebut diharapkan dapat berkontribusi dalam menekan dampak negatif narkoba, minuman keras, serta perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai agama.

Akmal mengatakan AMSI akan diarahkan untuk menjalin kerja sama dengan organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, serta tokoh-tokoh muda di Bangka Belitung.

“AMSI ini akan menggerakkan pemuda yang ber-Ketuhanan. Kalau menghilangkan masalah itu tidak mungkin, tetapi minimal membantu mengurangi. Itulah peran AMSI yang sebenarnya,” katanya.

Ia berharap kolaborasi lintas organisasi tersebut dapat membentuk generasi muda yang memiliki karakter dan akhlak yang baik.

Sementara itu, Ketua Umum Satkar Ulama Indonesia, Idris Laena, menjelaskan Satkar Ulama merupakan organisasi yang berafiliasi dengan Partai Golkar dan telah berdiri sejak 1970.

Menurut Idris, sejak awal pembentukannya, Satkar Ulama diarahkan untuk membangun harmonisasi hubungan antara ulama, umaro, dan umat agar bersama-sama berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

Ia menuturkan, pembangunan nasional membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama dan umat.

“Tujuannya bagaimana membangun harmonisasi hubungan antara ulama, umaro, kemudian para umat untuk bisa ikut berjuang bersama-sama membangun bangsa kita,” ujar Idris.

Ia menambahkan, peran Satkar Ulama tidak hanya terbatas pada bidang keagamaan, tetapi juga mencakup upaya mendorong penguatan ekonomi umat serta penerapan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

Idris berharap kepengurusan Satkar Ulama di Bangka Belitung dapat segera mengaktifkan berbagai kegiatan organisasi. Ia juga mendorong Satkar Ulama, AMSI, dan organisasi lain yang berada dalam lingkupnya agar bergerak secara beriringan.

“Harapan kami nanti kegiatan-kegiatan Satkar Ulama di Provinsi Bangka Belitung, baik melalui Satkar Ulamanya, kemudian ada bidang pemudanya AMSI, kemudian Hwasi, semua bisa bergerak simultan dan bekerja sama untuk mengaktifkan kegiatan organisasi,” tuturnya.

Dukungan terhadap kepengurusan baru tersebut juga disampaikan Bendahara DPD Partai Golkar Bangka Belitung, Basit Cinda. Ia menilai organisasi yang baru berkembang di Bangka Belitung perlu menjalankan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Basit menyebut Golkar siap mendukung kegiatan organisasi, termasuk yang berfokus pada pembinaan generasi muda dan pengembangan nilai-nilai keagamaan.

“Yang penting untuk kebaikan, semuanya kita dukung. Apalagi ini bagian dari keluarga, pasti kita support,” katanya.

Dengan terbentuknya kepengurusan baru ini, Satkar Ulama Indonesia Bangka Belitung diharapkan mampu memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, tokoh agama, dan organisasi kepemudaan untuk mendukung pembangunan daerah serta pembinaan masyarakat.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *