BANGKA, IRRO – Ketersediaan beras di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dipastikan masih mencukupi kebutuhan masyarakat hingga tiga sampai empat bulan ke depan. Di tengah musim kemarau yang menyebabkan mundurnya jadwal tanam padi, pemerintah daerah mengandalkan cadangan beras Bulog dan pasokan dari luar daerah untuk menjaga ketahanan pangan.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kurniawan, mengatakan stok beras di daerah masih dalam kondisi aman. Namun, produksi beras lokal menghadapi tantangan karena keterbatasan sumber air membuat petani belum dapat kembali menanam padi setelah panen.
“Kalau kondisi beras sih aman, aman sampai dua sampai tiga bulan, bisa empat bulan ini. Stok kita aman,” kata Kurniawan saat ditemui dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kantor Camat Puding Besar, Kabupaten Bangka, Kamis (22/10/2026).
Kurniawan menjelaskan, dalam kondisi normal, produksi beras dari pertanian Bangka Belitung hanya mampu memenuhi sekitar 30 persen kebutuhan daerah. Sementara sisanya masih bergantung pada pasokan dari luar provinsi.
Kondisi kemarau tahun ini turut memengaruhi jadwal penanaman padi. Setelah panen, petani belum bisa langsung kembali menanam karena sumber air yang terbatas.
“Untuk tanam padi sendiri memang diinstruksikan karena memang menunggu datangnya air ataupun cuacanya mendukung, baru nanti kita pola tanam,” ujarnya.
Menurut Kurniawan, pemerintah berharap hujan mulai turun pada minggu kedua November 2026, berdasarkan prediksi BMKG yang disampaikannya. Dengan kondisi cuaca yang mendukung, petani diharapkan bisa kembali menanam dan menghasilkan panen berikutnya sekitar tiga bulan setelah masa tanam dimulai.
Sementara itu, Kepala Kantor Bulog Bangka, Dimas Wage Tantri, mengungkapkan stok beras yang tersedia di gudang Bulog saat ini mencapai sekitar 4.000 ton untuk beras medium atau program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Selain itu, terdapat sekitar 30 ton beras premium.
Dimas mengatakan, stok tersebut merupakan bagian dari pasokan yang diperoleh melalui dukungan Kantor Wilayah Bulog Sumatera Selatan dan Bangka Belitung di Palembang.
“Jadi, untuk stok per hari ini ada kurang lebih sekitar 4.000 ton beras di gudang kita. Itu beras SPHP, beras medium. Kalau untuk beras premium, kita ada stok sekitar 30 tonan,” kata Dimas.
Ia menjelaskan, sebelumnya Bulog Bangka meminta dukungan stok sebanyak 8.000 ton dari kantor wilayah. Pasokan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan beras, terutama untuk mendukung penyaluran beras SPHP dan program bantuan pangan kepada masyarakat.
Bulog juga merencanakan penguatan stok hingga Maret 2027 agar ketersediaan beras tetap terjaga.
“Karena kami menjaga kesiapan stok, terutama untuk kegiatan SPHP seperti ini. Kemudian ada juga program bantuan pangan. Jadi, kami merencanakan pemupukan stok itu sampai dengan bulan Maret,” ujarnya.










