BANGKA, IRRO – Beras murah menjadi salah satu komoditas yang paling diburu masyarakat dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kantor Camat Puding Besar, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (22/10/2026). Sebanyak 1,75 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang disediakan Bulog dilaporkan hampir habis karena tingginya antusiasme warga.
Kegiatan ini digelar dalam rangka puncak peringatan Hari Pangan Sedunia 2026. Jajaran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga mengikuti kegiatan puncak yang diselenggarakan pemerintah pusat melalui Zoom.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kurniawan, mengatakan pelaksanaan GPM tersebut mengikuti arahan Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional (Bapanas).
“Alhamdulillah, memang ini kan GPM sudah kita sounding beberapa hari sebelum dan partisipasinya cukup besar. Ini beras saja sebentar lagi sudah mau habis,” kata Kurniawan, Kamis (22/10/2026).
Kurniawan menuturkan, Bulog membawa sebanyak 1.750 kilogram atau 1,75 ton beras SPHP untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Beras tersebut dijual seharga Rp59.000 per kemasan 5 kilogram.
Tingginya minat masyarakat terlihat dari warga yang mengantre untuk membeli beras. Untuk mempercepat pelayanan, masyarakat yang datang langsung juga diarahkan melalui jalur khusus agar tidak terlalu lama menunggu.
Selain beras, GPM menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang telah ditetapkan masing-masing penyedia.
Bulog menghadirkan minyak goreng Fortune sebanyak 100 liter seharga Rp21.000 per liter, tepung terigu Mila sebanyak 50 kilogram dengan harga Rp10.000 per kilogram, serta gula pasir PSM sebanyak 50 kilogram seharga Rp17.500 per kilogram.
Distributor telur juga menyediakan 1.200 butir telur ayam dengan harga Rp1.600 per butir.
Sementara itu, Toko Dayat membawa cabai rawit merah sebanyak 100 kilogram dan cabai merah keriting sebanyak 100 kilogram. Kedua jenis cabai tersebut dijual Rp75.000 per kilogram.
Komoditas lainnya meliputi bawang putih sebanyak 60 kilogram dan bawang merah 70 kilogram, masing-masing seharga Rp28.000 per kilogram. Bawang bombai sebanyak 15 kilogram dijual Rp22.000 per kilogram.
Adapun wortel sebanyak 20 kilogram dijual Rp20.000 per kilogram, kentang 30 kilogram Rp13.000 per kilogram, tomat 35 kilogram Rp14.000 per kilogram, terong 16 kilogram Rp12.000 per kilogram, ketela rambat 7 kilogram Rp12.000 per kilogram, serta labu siam 3 kilogram Rp12.000 per kilogram.
Berdasarkan rekapitulasi penyelenggara, total nilai penjualan dari Bulog, distributor telur, dan Toko Dayat mencapai Rp46.607.000.
Di sisi lain, komoditas ayam yang direncanakan hadir dalam GPM kali ini tidak dapat disediakan karena kendala pada vendor.
Kurniawan mengatakan, dalam kegiatan GPM sebelumnya, ayam biasanya dijual sekitar Rp35.000 per kilogram. Sementara itu, berdasarkan informasi yang diperolehnya dari Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bangka pada hari kegiatan, harga ayam di pasaran mencapai sekitar Rp45.000 per kilogram.
“Tentu kami berharap GPM dapat terus membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau sekaligus mendukung upaya pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di Bangka Belitung,” katanya.
Sementara itu, warga Puding Besar, Ida menuturkan kesempatan ini tidak boleh dia sia-siakan ditengah harga bapok yang mahal di pasaran.
“Khususnya beras, beras ini kan kebutuhan yang harus ada di setiap rumah, kalau beli di luar iti sekitar Rp80an ribu untuk premium, kalau SPHP Rp60an ribu, disini terjangkau dengan Rp59 ribu,” katanya.
Selain itu warga lainnya, Mita menuturkan dia sengaja datang pagi agar tidak kehabisan bahan-bahan dapur seperti bawang merah, bawang putih dan cabai.
“Bersyukur ada GPM, bisa hemat,” ujarnya.










