BANGKA, IRRO – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mulai memperkuat langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).
Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah daging ayam, yang berpotensi mengalami kenaikan harga ketika permintaan masyarakat meningkat menjelang akhir tahun.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kurniawan, mengatakan pihaknya telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar untuk memantau perkembangan harga dan kondisi pasokan, terutama komoditas daging ayam.
“Bulan kemarin kita sudah ada sidak ke pasar-pasar dan terutama untuk produk daging ayam yang memang kita antisipasi untuk lonjakan harganya,” kata Kurniawan saat ditemui dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM), Kamis (22/10/2026).
Ia mengatakan, berdasarkan pemantauan yang dilakukan, kondisi harga di Pangkalpinang dan sejumlah daerah lainnya mulai bergerak menuju stabil. Pemerintah berharap tren tersebut dapat dipertahankan hingga memasuki periode libur Natal dan Tahun Baru.
Menurut Kurniawan, pengendalian harga tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja. Dibutuhkan sinergi dengan produsen dan pihak transportasi agar distribusi pangan berjalan lancar dan pasokan tetap tersedia di pasar.
“Ini kita harapkan terus sinergi kerja sama, baik dari sisi pihak produsen maupun transportasi, agar lebih bersinergi untuk menjaga pola distribusi supaya bisa lebih terkendali,” ujarnya.
Kurniawan menyebut, dalam kegiatan GPM sebelumnya, ayam biasanya dapat dijual sekitar Rp35 ribu per kilogram dimana harga pasaran harga ayam berkisar Rp40 ribu hingga Rp45 ribu perkilogram
Perbedaan harga tersebut menunjukkan pentingnya upaya menjaga pasokan dan menyediakan alternatif pembelian bahan pangan dengan harga lebih terjangkau bagi masyarakat.
Selain ayam, pemerintah juga memantau perkembangan harga berbagai bahan pokok yang dapat memengaruhi pengeluaran rumah tangga menjelang akhir tahun.
“Di samping pemantauan pasar, Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu upaya pemerintah untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau,” katanya.
Kurniawan mengatakan, pemerintah akan terus memantau perkembangan harga dan pasokan pangan, sekaligus mendorong kerja sama dengan berbagai pihak agar distribusi tetap terkendali.
“Dengan ini kami berharap kebutuhan masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru dapat terpenuhi tanpa diikuti gejolak harga yang memberatkan konsumen,” katanya.










