PANGKALPINANG, IRRO — Upaya menekan pengangguran di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dilakukan melalui peningkatan keterampilan masyarakat. Polda Babel menggandeng UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) untuk menyiapkan calon peserta pelatihan kerja melalui program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran).
Dari hasil pendataan awal yang diselaraskan dengan program UPTD BLK Babel, sebanyak 32 calon peserta telah terdata dan siap mengikuti pelatihan. Mereka akan diarahkan ke dua bidang kejuruan, yakni kelistrikan dan teknik pendingin udara atau air conditioner (AC).
Masing-masing kejuruan diikuti 16 calon peserta. Pelatihan ini diharapkan menjadi bekal keterampilan teknis bagi masyarakat agar memiliki peluang lebih luas untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha.
Untuk mematangkan pelaksanaan program tersebut, Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Babel menggelar koordinasi dengan UPTD BLK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Kamis (29/10/2026) pagi.
Rombongan yang dipimpin Direktur Binmas Polda Babel Kombes Pol Efrannedy disambut Kasubbag Tata Usaha UPTD BLK Babel, Muhammad Entar Genang.
Efrannedy mengatakan, Polda Babel secara aktif melakukan pendataan calon peserta pelatihan. Data yang dihimpun mencakup nama, riwayat pendidikan, potensi keahlian, hingga domisili peserta.
Menurutnya, pendataan tersebut menjadi bagian dari upaya menyelaraskan kebutuhan calon peserta dengan ketersediaan program pelatihan di BLK, sekaligus mempersiapkan peluang penyaluran tenaga kerja setelah peserta menyelesaikan pelatihan dan memperoleh sertifikasi.
“Kami terus berkoordinasi secara erat dengan pihak UPTD BLK terkait ketersediaan kejuruan pelatihan serta kesiapan penyaluran para peserta yang telah tersertifikasi ke dunia industri maupun sektor UMKM. Langkah ini penting agar pelatihan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan pasar kerja,” ujar Efrannedy.
Kolaborasi antara kepolisian dan BLK tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh akses terhadap pelatihan yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha.
Selain mendorong peningkatan keterampilan, program Poliran juga menjadi bagian dari strategi preventif Polri melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan terbukanya akses terhadap keterampilan dan kesempatan kerja, masyarakat diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan kesejahteraan.
Polda Babel berharap sinergi dengan UPTD BLK dan berbagai unsur masyarakat dapat terus diperkuat sehingga upaya menekan pengangguran tidak berhenti pada pendataan, tetapi berlanjut pada pelatihan, sertifikasi, dan terbukanya kesempatan kerja bagi peserta.










