PANGKALPINANG, IRRO – Upaya mendekatkan pangan murah kepada masyarakat terus dilakukan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui inovasi Gerakan Pangan Murah (GPM) Keliling.
Dalam dua hari pelaksanaan, yakni 4 dan 5 November 2026, program yang digagas Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Babel tersebut telah menjangkau 29 titik di Kota Pangkalpinang.
Sebanyak 14 titik disasar pada Rabu (4/11/2026), kemudian dilanjutkan ke 15 titik di kawasan Air Itam dan Girimaya pada Kamis (5/11/2026).
GPM Keliling menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan, terutama komoditas pangan pokok strategis. Melalui program ini, masyarakat diharapkan lebih mudah memperoleh kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasaran.
Kepala DPKP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kurniawan, mengatakan kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Tingginya antusiasme warga terlihat dari sejumlah komoditas yang disediakan kerap habis dalam waktu relatif singkat.
“Alhamdulillah, masyarakat menyambut baik. Antusiasmenya cukup tinggi. Barang-barang yang kami sediakan dalam kegiatan GPM juga cepat habis karena memang harganya lebih murah dibandingkan harga yang biasa ada di pasaran,” ungkap Kurniawan.
Menurutnya, GPM Keliling merupakan inovasi untuk mendekatkan pelayanan pangan murah kepada masyarakat. Dengan mendatangi sejumlah titik permukiman, warga tidak perlu pergi jauh untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Ia berharap, melalui kegiatan ini, masyarakat semakin mengetahui keberadaan program GPM dan dapat memanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga.
“Harapan kami, masyarakat semakin tahu bahwa ada kegiatan GPM yang bisa dimanfaatkan untuk membeli bahan pangan pokok dengan harga murah. Karena itu, informasi mengenai lokasi dan jadwal pelaksanaan juga perlu disampaikan lebih awal agar masyarakat bisa mempersiapkan diri,” jelasnya.
Kurniawan menyebutkan, sepanjang 2026 pihaknya telah melaksanakan GPM sebanyak 18 kali, yang terdiri dari lima kegiatan bersumber dari APBD dan 13 kegiatan menggunakan dana APBN.
Dari lima kegiatan yang bersumber dari APBD, empat di antaranya telah terealisasi. Sementara satu kegiatan lainnya direncanakan berlangsung pada November ini dengan berkolaborasi dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Meski demikian, keterbatasan anggaran menjadi salah satu tantangan dalam memperluas pelaksanaan GPM. Untuk itu, DPKP Babel terus membangun kolaborasi dengan dinas yang membidangi ketahanan pangan di kabupaten/kota, Bank Indonesia, serta Perum Bulog.
“Karena keterbatasan anggaran, tentu kami tidak bisa melaksanakan kegiatan ini terlalu banyak. Jadi, kami saling mengisi dengan dinas pangan kabupaten/kota. Kami juga bekerja sama dengan BI, terutama apabila ada permintaan untuk memfasilitasi GPM di daerah pelosok. Bulog juga selama ini sangat membantu dalam penyediaan beberapa komoditas yang dibutuhkan masyarakat,” katanya.
Selain memperluas jangkauan lokasi, DPKP Babel juga berharap semakin banyak distributor yang terlibat dalam pelaksanaan GPM berikutnya. Terutama untuk komoditas strategis seperti cabai, bawang, dan ayam yang selama ini kerap habis lebih cepat dibandingkan komoditas lainnya.
“Harapan kami, tahun depan partisipasi distributor bisa lebih banyak. Terutama untuk komoditas utama seperti cabai, bawang, dan ayam. Karena dalam beberapa pelaksanaan, barang-barang tersebut cepat habis. Artinya, stok yang disediakan masih perlu ditambah,” tuturnya.
Dalam penyebarluasan informasi, DPKP Babel selama ini turut melibatkan kepala desa, lurah, serta memanfaatkan media sosial. Ke depan, sosialisasi diharapkan dilakukan lebih awal agar informasi pelaksanaan GPM dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Melalui GPM Keliling, pemerintah berharap semakin banyak masyarakat mengetahui dan memanfaatkan program pangan murah tersebut. Dengan demikian, akses terhadap kebutuhan pokok yang terjangkau dapat semakin luas sekaligus mendukung stabilitas pasokan dan harga pangan di Bangka Belitung.










