Babel Diselimuti Kabut Asap, Hujan Jadi Harapan Redakan Jerebu

PANGKALPINANG, IRRO — Harapan masyarakat Bangka Belitung agar kabut asap segera mereda kini tertuju pada turunnya hujan. Namun, di tengah potensi hujan ringan hingga sedang, wilayah ini masih berada dalam periode musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga menjelang musim hujan pada November mendatang.

Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Pangkalpinang, Slamet Supriyadi, mengatakan pantauan satelit masih menunjukkan sebaran asap di sejumlah wilayah Bangka Belitung. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan sumber asap dari wilayah setempat maupun kemungkinan kiriman dari daerah lain.

“Kelihatannya juga ada kiriman dan juga pastinya sumber di wilayah Bangka Belitung pun masih ada,” ujar Slamet, Jumat (16/10/2026).

Ia menyebut wilayah Bangka Selatan, Bangka Tengah, dan Belitung masih terpantau memiliki sebaran asap. Meski terdapat indikasi asap kiriman, BMKG belum dapat memastikan asalnya.

“Kemungkinannya yang pastinya pertama dari sumber kita sendiri sekitar wilayah selatan, kemudian juga kita kena indikasi ada kiriman dari tempat lain. Kita tidak bisa memastikan hal itu,” katanya.

Di tengah kondisi tersebut, hujan diharapkan dapat membantu mengurangi kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah. BMKG memprakirakan adanya potensi hujan ringan hingga sedang di Bangka Belitung pada Jumat (16/10/2026).

“Mudah-mudahan harapan kita makin berkurang karena prediksi hari ini potensi hujan ringan sampai sedang di sekitar wilayah Bangka Belitung,” ucap Slamet.

Meski demikian, masyarakat tidak bisa hanya mengandalkan hujan untuk mengatasi persoalan asap. Pencegahan kebakaran lahan tetap diperlukan agar tidak muncul sumber asap baru yang dapat memperburuk keadaan.

Slamet menjelaskan, Bangka Belitung saat ini masih berada dalam musim kemarau. Sementara itu, awal musim hujan diprediksi berlangsung pada November, dengan waktu yang dapat berbeda di setiap wilayah.

Artinya, potensi hujan yang muncul saat ini belum serta-merta menandakan musim kemarau telah berakhir. Masyarakat perlu tetap waspada terhadap kemungkinan munculnya titik kebakaran dan sebaran asap selama masa peralihan cuaca.

selain mengganggu jarak pandang, kabut asap dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan.

Karena itu, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas berat di luar ruangan ketika asap pekat. Jika harus beraktivitas di luar rumah, gunakan masker yang sesuai untuk membantu mengurangi paparan partikel asap.

Pengendara juga perlu lebih berhati-hati ketika jarak pandang menurun, mengurangi kecepatan, dan menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan.

Apabila mengalami sesak napas atau keluhan kesehatan yang memburuk, masyarakat sebaiknya segera mencari pertolongan medis.

Di sisi lain, warga diharapkan tidak melakukan pembakaran lahan atau sampah yang berpotensi memicu kebakaran. Upaya mencegah munculnya sumber asap baru menjadi langkah penting agar kondisi udara tidak semakin memburuk sambil menunggu hujan turun lebih merata di Bangka Belitung.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *