Pangkalpinang, IrroNews.com– Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih menjadi perhatian di wilayah Pangkalpinang dan sekitarnya. Hingga Kamis (13/8/2026), tercatat sebanyak 26 titik kebakaran telah terjadi di sejumlah wilayah yang menjadi perhatian aparat.
Dari jumlah tersebut, wilayah Bukit Intan menjadi kawasan dengan catatan Karhutla terbanyak, yakni mencapai 14 titik. Selanjutnya Gerunggang mencatat empat titik, Pangkalan Baru lima titik, dan Taman Sari sebanyak tiga titik.
Kapolresta Pangkalpinang, Indra Wijatmiko, mengatakan data tersebut menjadi salah satu dasar bagi kepolisian untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran, terutama di tengah kondisi kekeringan.
Kesiapsiagaan tersebut ditunjukkan melalui Apel Siaga Penanggulangan Bencana Kekeringan, khususnya Karhutla, yang digelar di halaman Polresta Pangkalpinang, Kamis pagi.
Dalam apel tersebut, kepolisian melakukan pengecekan terhadap kesiapan personel sekaligus sarana dan prasarana yang akan digunakan ketika terjadi kebakaran di lapangan.
“Ya, kesiapan kendaraan, kesiapan personel, kita harus cek betul-betul. Karena pada saat nanti Karhutla tiba, semua sudah ready,” ujar Indra.
Menurutnya, penanganan Karhutla membutuhkan respons cepat. Ketika titik api ditemukan, personel akan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan upaya pemadaman agar api tidak berkembang dan meluas.
Peralatan yang telah disiapkan menjadi salah satu pendukung dalam mempercepat proses penanganan di lapangan. Selain itu, masyarakat juga akan dilibatkan ketika proses pemadaman berlangsung.
“Pada saat kita ke TKP, kita lakukan bagaimana caranya api itu padam. Kita menggunakan bantuan masyarakat juga dan peralatan-peralatan yang sudah kita lengkapi,” katanya.
Indra menegaskan, penanggulangan Karhutla bukan hanya menjadi tugas kepolisian. Sejumlah instansi terkait juga dilibatkan dalam upaya menghadapi potensi bencana tersebut.
Hal itu terlihat dalam Apel Siaga yang turut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Budiyanto, bersama jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang.
Dengan telah tercatatnya 26 titik Karhutla, kepolisian memastikan kesiapan personel dan peralatan menjadi bagian penting dalam menghadapi kemungkinan munculnya titik api baru.
Polresta Pangkalpinang juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan maupun penanganan awal sehingga potensi kebakaran tidak berkembang menjadi lebih luas.










