PANGKALPINANG, IRRO – Stunting bukan sekadar angka dalam laporan kesehatan. Di balik persoalan pertumbuhan anak tersebut, ada kehidupan kecil yang membutuhkan perhatian, keluarga yang memerlukan dukungan, serta harapan agar setiap anak mendapatkan kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal.
Di Kelurahan Kejaksaan, Kecamatan Taman Sari, Kota Pangkalpinang, ada tiga anak yang menjadi perhatian dalam upaya membangun kepedulian terhadap persoalan tersebut. Mereka adalah Rasya (5), Irham (3), dan Sira Almiranda (3).
Kondisi Sira menjadi perhatian tersendiri. Selain mengalami stunting, anak berusia tiga tahun itu juga memiliki kondisi bibir sumbing yang membutuhkan perhatian dan pendampingan kesehatan secara berkelanjutan.
Melihat kondisi tersebut, Kapolresta Pangkalpinang Kombes Pol Indra Wijatmiko, S.I.K., M.M., bersama Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna, S.E., M.M., mendatangi langsung kediaman keluarga ketiga anak tersebut, Jumat (30/10/2026).
Dalam kunjungan itu, rombongan menyerahkan bantuan sosial sekaligus melihat secara langsung kondisi anak-anak dan keluarga mereka.
Kapolresta Pangkalpinang mengatakan kepedulian terhadap masyarakat harus diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk memberikan perhatian kepada anak-anak yang membutuhkan dukungan khusus.
“Anak-anak merupakan generasi penerus yang harus kita perhatikan bersama. Kepedulian terhadap mereka bukan hanya menjadi tanggung jawab keluarga, tetapi juga membutuhkan peran lingkungan dan seluruh elemen masyarakat. Kami ingin kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, persoalan sosial seperti stunting membutuhkan perhatian bersama. Karena itu, sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan tenaga kesehatan menjadi penting agar masyarakat yang membutuhkan tidak merasa berjalan sendiri.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna menekankan pentingnya perhatian terhadap kondisi kesehatan dan tumbuh kembang anak, terutama mereka yang membutuhkan penanganan khusus.
“Setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Karena itu, anak-anak yang mengalami stunting maupun memiliki kondisi kesehatan khusus harus mendapatkan perhatian dan pendampingan yang berkelanjutan. Kita ingin memastikan mereka tidak luput dari perhatian,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut turut melibatkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, Camat Taman Sari, Lurah Kejaksaan, serta Kepala Puskesmas Kacang Pedang.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi dalam memperhatikan kebutuhan kesehatan ketiga anak, termasuk pemantauan pertumbuhan dan pendampingan sesuai kondisi masing-masing.
Terlebih bagi Sira, kondisi bibir sumbing yang dialaminya membutuhkan perhatian tersendiri agar kebutuhan penanganan kesehatannya dapat terus diperhatikan.
Persoalan stunting pada akhirnya tidak cukup dilihat sebagai persoalan angka maupun program. Ada anak-anak yang membutuhkan perhatian nyata dan keluarga yang membutuhkan dukungan agar dapat mendampingi tumbuh kembang buah hati mereka.
Sebab, keberhasilan membangun generasi yang sehat bukan hanya diukur dari banyaknya program yang dijalankan, tetapi juga dari sejauh mana anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus benar-benar mendapatkan pendampingan.










