PANGKALPINANG, IRRO — Sebanyak 45 anak di Panti Asuhan Muara Kasih Bunda, Pangkalpinang, bergantung pada upaya pengurus untuk memenuhi kebutuhan hidup dan pendidikan mereka. Tanpa donatur tetap, yayasan tersebut masih mengandalkan dana pribadi untuk membiayai kebutuhan anak-anak yang diasuh.
Ketua Yayasan Muara Kasih Bunda, Ayu, mengatakan pihaknya membutuhkan sekitar Rp8 juta setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari 45 anak, mulai dari balita hingga mahasiswa semester lima.
“Untuk kebutuhan setiap bulan, kami membutuhkan sekitar delapan juta rupiah. Selama ini, kami masih menggunakan biaya pribadi karena belum ada donatur tetap,” ujar Ayu, Senin (19/10/2026).
Kebutuhan tersebut bukan hanya untuk makan. Yayasan juga harus menyiapkan biaya pendidikan, buku, hingga pakaian sekolah yang perlu dipenuhi secara berkala. Dalam kondisi tertentu, pembayaran kebutuhan sekolah bahkan dilakukan dengan sistem tempo hingga dua bulan.
Di tengah kebutuhan yang terus berjalan itu, bantuan bahan pangan menjadi salah satu dukungan untuk meringankan pengeluaran yayasan.
Panti Asuhan Muara Kasih Bunda menerima bantuan sembako dari personel Bidang Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung pada Senin (19/10/2026). Bantuan yang diberikan meliputi beras, telur, minyak goreng, mi instan, dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya.
Kabid Humas Polda Babel Kombes Pol Agus Sugiyarso mengatakan bantuan tersebut merupakan hasil donasi dari personel Bid Humas Polda Babel.
“Semoga apa yang kita berikan dan salurkan ini bisa membantu kebutuhan anak-anak serta meringankan beban pengurus panti asuhan di sini,” kata Agus.
Agus berharap bantuan tersebut dapat memberi manfaat bagi anak-anak dan pengurus yayasan. Ia juga menegaskan bahwa kehadiran mereka bukan hanya untuk menyerahkan bantuan, tetapi juga memberikan perhatian dan dukungan kepada anak-anak di panti asuhan.
Bagi yayasan yang mengasuh puluhan anak dengan kebutuhan berbeda-beda, pemenuhan kebutuhan harian dan pendidikan menjadi tanggung jawab yang terus berjalan. Dukungan masyarakat secara berkelanjutan pun dapat membantu meringankan beban pengurus dalam memastikan kebutuhan anak-anak tetap terpenuhi.










