Antusiasme Warga Serbu Pangan Murah di Koba, Pemerintah Redam Lonjakan Harga Jelang Idul Adha

Koba, IrroNews.com — Ratusan warga memadati Alun-Alun Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Rabu (6/5/2026), untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar pemerintah daerah menjelang Idul Adha 1447 Hijriah.

Sejak pagi hari, masyarakat terlihat antusias berburu kebutuhan dapur seperti beras, minyak goreng, gula, hingga cabai dan bawang yang dijual lebih murah dibanding harga pasar. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya konkret pemerintah dalam meredam potensi lonjakan harga pangan yang biasa terjadi menjelang hari besar keagamaan.

Plh Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Ernawati, mengatakan meningkatnya permintaan menjelang Idul Adha kerap memicu kenaikan harga, sehingga diperlukan intervensi langsung di lapangan.

“Melalui Gerakan Pangan Murah ini, masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga di bawah pasar. Ini bagian dari upaya menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya.

Berbagai komoditas strategis disediakan dalam kegiatan tersebut, mulai dari beras SPHP dan beras premium hingga komoditas hortikultura seperti cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan bawang putih. Harga yang ditawarkan telah disesuaikan dengan ketentuan pemerintah, baik Harga Eceran Tertinggi (HET) maupun Harga Acuan Penjualan (HAP).

Selain membantu masyarakat, kegiatan ini juga menjadi langkah pengendalian inflasi daerah. Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggandeng sejumlah pihak seperti Bulog, distributor pangan, dan pelaku usaha untuk memastikan pasokan tetap tersedia dan distribusi berjalan lancar.

Ernawati menambahkan, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara ketersediaan dan keterjangkauan pangan.

“Kolaborasi ini penting agar pasokan tetap aman dan harga tidak melonjak, terutama di momen seperti ini,” katanya.

 

Pemerintah berharap Gerakan Pangan Murah dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya saat menjelang hari besar, tetapi juga sebagai strategi jangka panjang dalam memperkuat ketahanan pangan dan menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di daerah.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *