PANGKALPINANG, IRRO – Hari pertama bertugas sebagai Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Irjen Pol Agus Wijayanto membawa pesan sederhana yang menyentuh hubungan polisi dengan masyarakat. Ia ingin warga merasa aman saat melihat polisi, bukan justru takut atau resah.
Pesan itu disampaikan Agus saat berdialog dengan masyarakat, Rabu (21/10/2026) di Warkop Yumin. Menurutnya, kehadiran polisi harus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Inilah harapan Bapak Kapolri bahwa polisi bersama masyarakat ini polisi datang harus rasanya aman, bukan polisi datang malah meresahkan,” ujar Agus.
Bagi Agus, membangun kepercayaan masyarakat merupakan bagian penting dari tugas kepolisian. Polisi tidak hanya bertugas menegakkan hukum, tetapi juga harus hadir untuk mendengarkan persoalan dan menampung aspirasi warga.
Agus secara khusus menyinggung bagaimana anak-anak sekolah seharusnya memandang sosok polisi. Ia berharap mereka merasa nyaman ketika bertemu anggota kepolisian, bukan merasa takut.
“Cita-cita Bapak Kapolri kan simpel, bagaimana anak-anak sekolah itu melihat polisi bukan takut, tapi nyaman lihat Pak Polisi. Ini baru simpel hal kecil tapi maknanya begitu besar bagi kami untuk menindaklanjuti ini,” katanya.
Menurutnya, hal sederhana tersebut memiliki makna besar dalam membangun hubungan yang lebih dekat antara kepolisian dan masyarakat.
Kepercayaan itu dapat tumbuh melalui sikap anggota saat melayani warga, kesediaan mendengarkan keluhan, serta kehadiran yang memberikan perlindungan ketika masyarakat membutuhkan bantuan.
Dihari pertama bertugas, Agus juga berharap pendekatan yang dekat dengan masyarakat diterapkan hingga ke seluruh jajaran kepolisian, mulai dari Polres, Polsek hingga Polsubsektor.
“Saya menindaklanjuti arahan Bapak Kapolri tentang polisi bersama masyarakat dan ini semoga ini diikuti sampai polisi di wilayah, Polres, Polsek sampai Polsubsektor, semua harus menampung aspirasi masyarakat ini,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kedatangannya untuk berdialog dengan masyarakat bertujuan menerima aspirasi sekaligus mencari solusi atas persoalan yang disampaikan.
Agus turut mengapresiasi keakraban dan semangat gotong royong masyarakat yang ditemuinya. Menurutnya, kebersamaan tersebut merupakan modal penting dalam menjaga keamanan daerah.
Meski menginginkan polisi semakin dekat dengan masyarakat, Agus menegaskan bahwa pelanggaran hukum tetap harus ditindak tegas. Salah satu persoalan yang disorotnya adalah judi online, yang dinilai membawa dampak hingga ke kehidupan sosial masyarakat.
“Kita akan tindak tegas judi online dan memang ini program dari Bapak Kapolri juga,” tegasnya.
Pesan yang disampaikan Agus pada hari pertama bertugas di Bangka Belitung menekankan bahwa ketegasan dan pendekatan humanis harus berjalan beriringan.
Masyarakat membutuhkan polisi yang berani menindak pelanggaran hukum, sekaligus mampu memberikan rasa aman, mendengarkan keluhan, dan melayani tanpa membuat warga merasa resah.
Sebab, kehadiran polisi yang benar-benar dirasakan masyarakat bukan hanya terlihat saat melakukan penindakan, tetapi juga ketika warga merasa nyaman untuk datang dan meminta pertolongan.










