Pelaku Mengaku, tetapi Motif Penembakan Toboali Masih Menyisakan Tanda Tanya

PANGKALPINANG, IRRO – Kasus penembakan yang menewaskan seorang pria berinisial AK (42) di Kabupaten Bangka Selatan masih menyisakan tanda tanya. Meski terduga pelaku telah mengakui perbuatannya, polisi belum dapat memastikan motif di balik aksi yang merenggut nyawa korban tersebut.

Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Inspektur Jenderal Polisi Agus Wijayanto, S.I.K., S.H., M.H., mengatakan penyidik masih mendalami keterangan terduga pelaku karena alasan yang disampaikan selama pemeriksaan berubah-ubah.

Bacaan Lainnya

“Motif sampai saat ini kita dalami karena berubah-ubah keterangannya. Tadi malam apa, berikutnya ditanya apa, sehingga kita sedang mendalami motifnya sebenarnya apa itu,” ujar Agus.

Penembakan tersebut terjadi sekitar pukul 12.15 WIB Rabu 27 Oktober 2026 lalu di sebuah rumah kontrakan di Jalan Payak Kubi, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan. Akibat kejadian itu, AK meninggal dunia setelah mengalami luka tembak.

Setelah menerima informasi mengenai peristiwa tersebut, jajaran Polda Kepulauan Bangka Belitung bersama Polres Bangka Selatan bergerak melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi dan melacak keberadaan terduga pelaku.

Hasilnya, terduga pelaku berinisial MA berhasil diamankan sekitar pukul 21.45 WIB dihari yang sama di Pelabuhan Tanjung Kalian, Kabupaten Bangka Barat. Penangkapan itu dilakukan kurang dari 24 jam setelah kejadian, dengan bantuan informasi dari masyarakat.

Agus menyebut terduga pelaku diduga hendak melarikan diri melalui jalur laut sebelum akhirnya berhasil ditemukan dan diamankan oleh petugas.

Dalam penyidikan, polisi juga mendalami apakah penembakan tersebut telah direncanakan sebelumnya. Agus menegaskan, hal itu belum dapat dipastikan dan masih menjadi bagian dari pemeriksaan terhadap terduga pelaku.

“Masalah perencanaan atau tidak nanti kita akan dalami. Para pelakunya sudah mengakui, namun alasannya berubah-ubah,” katanya.

Selain mendalami motif, polisi melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi untuk mengungkap kejadian sebelum penembakan. Berdasarkan keterangan awal yang disampaikan Kapolda, korban dan terduga pelaku disebut sempat bercanda dan berbincang sebelum terdengar tembakan.

Hingga saat itu, penyidik telah memeriksa tiga orang saksi guna mengumpulkan keterangan terkait peristiwa tersebut.

Polisi juga melakukan autopsi terhadap jenazah korban. Dari keterangan Kapolda, ditemukan luka tembak di bagian kepala dan proyektil yang ditemukan saat proses autopsi turut menjadi bagian dari pendalaman penyidikan.

Dalam pemeriksaan terhadap terduga pelaku, polisi turut melakukan tes urine dan menemukan kandungan narkoba. Namun, penyidik masih perlu mendalami apakah terdapat kaitan antara temuan tersebut dengan peristiwa penembakan.

Kapolda menegaskan bahwa kepolisian akan menangani perkara tersebut hingga tuntas serta memberikan perlindungan kepada keluarga korban.

“Kita akan berikan perlindungan kepada korban dan keluarganya, dan pelaku kita proses dengan tuntas,” tegas Agus.

Penyidik kini masih mengumpulkan keterangan dan bukti untuk mengungkap motif sebenarnya, memastikan ada atau tidaknya perencanaan, serta menyusun secara utuh rangkaian kejadian yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *