PANGKALPINANG, IRRO – Persediaan darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pangkalpinang dalam kondisi terbatas. Pada Selasa (20/10/2026), stok yang tersedia hanya tiga kantong golongan darah B dan dua kantong golongan darah O, sementara golongan darah lainnya dilaporkan kosong.
Di tengah kondisi tersebut, Bidang Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung menggelar aksi donor darah di Kantor PMI Kota Pangkalpinang. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-75 Humas Polri.
Sebanyak 39 personel Humas Polda Babel mengikuti kegiatan tersebut. Partisipasi juga datang dari personel lainnya yang turut berdatangan untuk mendonorkan darah.
Kabid Humas Polda Babel, Kombes Pol Agus Sugiyarso, mengatakan kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat, terutama pasien yang membutuhkan transfusi darah untuk menjalani perawatan medis.
“Hari ini dari personel Humas sendiri berjumlah 39 dan ditambah dengan personel yang lain, nanti masih mengalir terus,” ujar Agus.
Menurutnya, kepedulian terhadap sesama perlu diwujudkan melalui tindakan nyata. Donor darah menjadi salah satu cara untuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi kondisi kesehatan dan membutuhkan pertolongan.
“Aksi peduli ini sebagai bentuk solidaritas untuk membantu saudara-saudara kita yang mungkin saat ini sedang membutuhkan bantuan donor darah, terutama yang sedang sakit di rumah sakit,” katanya.
Sementara itu, Ketua PMI Kota Pangkalpinang, Muhammad Iqbal, mengungkapkan kebutuhan darah di Pangkalpinang mencapai sekitar 60–70 kantong per hari. Namun, persediaan darah dalam sepekan terakhir sangat terbatas.
Iqbal mengapresiasi partisipasi Polda Babel dalam kegiatan tersebut. Ia berharap darah yang terkumpul dapat membantu memenuhi kebutuhan pasien yang memerlukan transfusi.
“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada Polda Babel. Mudah-mudahan darah yang didonorkan hari ini bisa kita salurkan kepada pasien yang membutuhkan,” ujar Iqbal.
Kegiatan donor darah dalam rangka HUT ke-75 Humas Polri ini diharapkan dapat membantu menambah persediaan darah sekaligus mendorong semakin banyak pihak untuk berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan.
Di tengah kebutuhan darah yang terus berjalan, partisipasi pendonor menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung pelayanan bagi pasien yang membutuhkan transfusi.










