PANGKALPINANG, IRRO — Wali Kota Pangkalpinang, Prof Saparudin, mendorong jajarannya untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menjalankan pembangunan daerah di tengah keterbatasan anggaran. Pemerintah kota dituntut mencari terobosan agar program pembangunan tetap berjalan tanpa terus bergantung pada transfer dari pemerintah pusat.
Hal tersebut disampaikan Saparudin dalam kegiatan refleksi satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna, Jumat (16/10/2026).
Saparudin mengungkapkan, efisiensi anggaran dan berkurangnya transfer dari pemerintah pusat menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah. Kondisi itu mendorong jajarannya untuk memikirkan cara lain dalam mendukung pembangunan dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kita harus kreatif, harus berinovasi, mencari terobosan-terobosan. Jangan selalu bergantung pada transfer dari pemerintah pusat,” kata Saparudin dalam sambutannya.
Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh membuat pemerintah daerah berhenti mencari solusi. Perangkat daerah perlu memanfaatkan ruang yang tersedia untuk menghadirkan program yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dalam refleksi satu tahun kepemimpinannya, Saparudin juga menyinggung pentingnya membangun kolaborasi dengan berbagai pihak. Ia menyebut dukungan dari BUMN, BUMD, perbankan, perusahaan swasta, dan elemen masyarakat turut membantu pelaksanaan sejumlah kegiatan di Pangkalpinang.
“Kita mendapat dukungan dan gotong royong dari berbagai pihak. Ada BUMN, BUMD, pihak swasta, perbankan, dan berbagai elemen lainnya,” ujarnya.
Saparudin menilai, kerja sama tersebut menjadi salah satu hal penting dalam menghadapi keterbatasan kemampuan keuangan daerah. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, sehingga keterlibatan berbagai pihak dibutuhkan untuk mendukung pembangunan kota.
Meski demikian, ia mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Sejumlah persoalan, mulai dari peningkatan pelayanan kesehatan, kebutuhan fasilitas pendidikan, kebersihan lingkungan, hingga penyediaan air bersih, masih membutuhkan perhatian pemerintah.
Di sektor pendidikan, misalnya, Pemkot Pangkalpinang berharap dapat membangun SMP Negeri 12 pada tahun depan untuk mendukung kebutuhan fasilitas sekolah. Sementara dalam bidang kebersihan, pemerintah telah memulai program bank sampah dan kegiatan pembersihan lingkungan setiap Jumat.
Saparudin juga menyampaikan rencana pengembangan kawasan industri dan pelabuhan baru di Pangkalbalam sebagai bagian dari upaya mendorong kegiatan ekonomi daerah. Namun, berbagai rencana pembangunan tersebut tetap membutuhkan perencanaan dan dukungan yang memadai.
Ia menegaskan, refleksi satu tahun kepemimpinan bukan hanya menjadi kesempatan untuk menyampaikan pekerjaan yang telah dilakukan, tetapi juga mengingatkan pemerintah bahwa masih banyak hal yang harus dibenahi.
“Kami menyadari masih banyak kekurangan. Karena itu, kami membutuhkan kritik dan saran dari masyarakat agar ke depan bisa bekerja lebih baik,” tuturnya.
Melalui upaya mencari terobosan dan memperkuat kolaborasi, Pemkot Pangkalpinang berharap pembangunan dapat terus berjalan di tengah keterbatasan anggaran. Pemerintah juga mengajak masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendukung pembangunan kota.










