PANGKALPINANG, IRRO – Peserta pelatihan kerja di Pangkalpinang didorong tidak hanya mengincar posisi sebagai karyawan, tetapi juga berani membangun usaha sendiri hingga mampu membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.
Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, menegaskan bahwa keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan harus dimanfaatkan untuk menciptakan peluang ekonomi, bukan sekadar menjadi bekal mencari lowongan kerja.
Pesan tersebut disampaikan Dessy saat menghadiri penutupan pelatihan berdasarkan unit kompetensi di Balai Besar Betason, Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Kamis (29/10/2026).
Ada tiga bidang yang menjadi fokus pelatihan, yakni junior makeup artist, digital marketing, dan coffee roasting. Ketiga bidang tersebut dinilai memiliki peluang usaha seiring berkembangnya industri kreatif, teknologi digital, dan bisnis kopi.
“Dari ketiga program ini, semuanya memang sedang dibutuhkan. Coffee shop menjamur, digital marketing berkembang seiring kemajuan teknologi, konten kreator juga semakin banyak, begitu pula makeup artist yang sangat diperlukan,” ujar Dessy.
Menurutnya, perkembangan tren usaha tersebut menjadi peluang bagi peserta untuk menentukan masa depan setelah menyelesaikan pelatihan. Mereka dapat mencari pekerjaan sesuai kompetensi atau memanfaatkan keterampilan yang dimiliki untuk merintis usaha mandiri.
Dessy berharap peserta memiliki keberanian untuk melihat peluang di sekitar mereka. Dengan keterampilan yang telah diperoleh, peserta diharapkan mampu mengembangkan usaha sesuai bidang yang dikuasai.
Peserta yang memiliki kompetensi tata rias, misalnya, berpeluang mengembangkan jasa makeup artist. Sementara itu, kemampuan pemasaran digital dapat dimanfaatkan untuk menawarkan jasa promosi, dan keterampilan coffee roasting bisa menjadi bekal untuk menjajaki bisnis di industri kopi.
Lebih jauh, Dessy menginginkan peserta pelatihan tidak hanya menjadi pelaku usaha kecil, tetapi juga mampu mengembangkan bisnis hingga menyerap tenaga kerja.
“Diharapkan mereka tidak hanya bekerja di industri sesuai bidangnya, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan, menjadi pelaku usaha, bahkan menjadi pemilik usaha yang bisa menyerap tenaga kerja,” katanya.
Harapan tersebut sejalan dengan upaya memperluas kesempatan kerja dan mengurangi pengangguran di Kota Pangkalpinang. Sebab, ketika peserta mampu membangun usaha yang berkembang, mereka berpotensi membuka peluang penghasilan bagi masyarakat lainnya.
Selain membekali masyarakat dengan keterampilan, Pemerintah Kota Pangkalpinang juga telah memfasilitasi pencari kerja melalui kegiatan job fair.
Dessy berharap kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan peserta pelatihan untuk mencari pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan dan kompetensi mereka.
Pelaksanaan pelatihan ini turut mendapat dukungan dari sejumlah sumber pembiayaan dan lembaga. Pemerintah Kota Pangkalpinang mengalokasikan anggaran APBD untuk lima peserta, sementara dukungan lainnya berasal dari Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi, pemerintah pusat, serta BPTKMI.
Kolaborasi tersebut menjadi salah satu upaya mendukung peningkatan keterampilan tenaga kerja agar masyarakat memiliki bekal yang lebih baik untuk memasuki dunia kerja.
Dessy menegaskan, keberhasilan pelatihan tidak hanya dilihat dari selesainya kegiatan, tetapi juga dari pemanfaatan keterampilan oleh para peserta setelah kembali ke masyarakat.
“Dengan pelatihan ini, diharapkan mereka bisa bekerja di bidang masing-masing. Tentunya itu sangat bermanfaat untuk mengurangi pengangguran, apalagi jika mereka bisa membuka usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan,” tutupnya.










