FGD Realisasi Fisik dan Keuangan, Wawako Tekankan Ketepatan Sasaran dan Disiplin Anggaran

Pangkalpinang, IrroNews.com — Pemerintah Kota Pangkalpinang kembali menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk mengevaluasi progres realisasi fisik dan keuangan program pembangunan tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di SRC Kantor Wali Kota, Rabu (4/3/2026), dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna.

Dalam arahannya, Dessy menegaskan bahwa setiap program yang diusulkan harus memiliki dampak nyata bagi masyarakat.

“Paket-paket yang kita bahas hari ini memang dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Jadi bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi benar-benar program yang manfaatnya bisa langsung dirasakan,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya keseriusan seluruh perangkat daerah dalam mempercepat realisasi kegiatan.

“Kita ingin progres fisik berjalan seiring dengan penyerapan anggaran. Jangan sampai fisiknya lambat, tapi anggaran sudah terserap, atau sebaliknya. Keduanya harus seimbang dan terukur,” tegasnya.

Dalam FGD tersebut, sektor pendidikan menjadi salah satu pembahasan utama, khususnya rencana pembangunan SMP Negeri 11 Pangkalpinang dan renovasi SD Negeri 20.

“Pendidikan ini prioritas. Pembangunan SMP Negeri 11 dan renovasi SD Negeri 20 harus segera kita dorong realisasinya. Sarana dan prasarana yang baik akan menunjang kualitas belajar anak-anak kita,” kata Dessy.

Menurutnya, peningkatan fasilitas pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan kota.

“Kalau fasilitasnya memadai, proses belajar mengajar akan lebih optimal. Ini bagian dari komitmen kita meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Pangkalpinang,” tambahnya.

Selain pendidikan, kebutuhan di sektor lingkungan hidup juga menjadi perhatian. Pemkot merencanakan pengadaan satu unit bulldozer untuk mendukung operasional Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

“Kita melihat kebutuhan di DLH cukup mendesak, terutama untuk pengelolaan sampah. Pengadaan bulldozer ini diharapkan bisa membantu proses pengolahan agar lebih efektif dan efisien,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan agar setiap organisasi perangkat daerah rutin melakukan evaluasi internal.

“FGD ini jangan hanya jadi forum diskusi, tapi harus ada tindak lanjut yang jelas. Setiap OPD harus memantau progresnya masing-masing dan melaporkan secara berkala,” ujarnya.

Dessy berharap melalui forum ini, seluruh program prioritas dapat dipercepat pelaksanaannya.

“Kita ingin pembangunan di Pangkalpinang berjalan tepat waktu, tepat sasaran, dan memberi dampak langsung bagi masyarakat. Itu yang menjadi komitmen kita bersama,” tutupnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *