Bandung, IrroNews.com – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Listyo Sigit Prabowo, menegaskan pentingnya memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional sebagai langkah menghadapi situasi global yang tidak menentu.
Hal tersebut disampaikan Kapolri saat menghadiri acara silaturahmi Ramadan bersama DPD KSPSI Jawa Barat di PT NOK, Jumat (6/3/2026).
Dalam sambutannya, Sigit menjelaskan bahwa kondisi geopolitik dunia saat ini tengah memanas akibat eskalasi konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Situasi tersebut, menurutnya, berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi global.
Meski demikian, ia menegaskan pemerintah Indonesia tetap berkomitmen menjalankan politik luar negeri bebas dan aktif sebagai negara non-blok. Indonesia juga terus mendorong upaya perdamaian dunia, termasuk dalam konflik antara Palestina dan Israel melalui usulan two-state solution.
Di sisi lain, Sigit menekankan bahwa pemerintah juga fokus memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui berbagai program strategis. Salah satunya adalah mendorong ketahanan pangan dan energi agar Indonesia tidak bergantung pada negara lain.
Menurutnya, program pembangunan nasional yang dijalankan pemerintah juga diarahkan untuk memastikan Indonesia tetap kuat menghadapi berbagai tekanan global.
“Berbagai program pemerintah terus didorong agar dalam kondisi apa pun Indonesia tetap terjaga, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan global,” ujar Sigit.
Selain itu, pemerintah juga terus mendorong pengelolaan sumber daya alam secara optimal demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi nasional.
Kapolri juga mengajak kalangan buruh untuk ikut menjaga stabilitas dan iklim investasi di dalam negeri. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja menjadi kunci menjaga pertumbuhan ekonomi.
Di akhir sambutannya, Sigit mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama bagi para pekerja. Dengan kemampuan yang terus berkembang, tenaga kerja Indonesia diharapkan mampu bersaing dengan negara lain di tengah persaingan global yang semakin ketat. (*)














