Pangkalpinang, IrroNews.com – Pemerintah Kota Pangkalpinang menggelar Forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 di Ruang Pertemuan Bapperida, Kamis (12/03/26). Kegiatan ini menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam merancang pembangunan daerah yang selaras dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, mengajak warga untuk tidak sekadar menjadi penonton, tetapi turut berperan dalam memberikan masukan dan usulan pembangunan melalui kelurahan dan kecamatan. Menurutnya, partisipasi publik menjadi kunci agar program pembangunan tepat sasaran.
“Banyak program gagal terealisasi karena aspirasi masyarakat tidak tersampaikan. Musrenbang adalah forum strategis untuk menyalurkan semua ide dan kebutuhan masyarakat,” ujar Saparudin.
Selain mendorong partisipasi warga, Pemkot Pangkalpinang juga memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efektivitas pelayanan publik. Konsep **Smart City** menjadi salah satu fokus utama, termasuk pengembangan data center dan aplikasi layanan terpadu. Tujuannya, masyarakat dapat lebih mudah mengakses layanan pemerintah serta memberikan masukan pembangunan secara digital.
Dalam Musrenbang tersebut, Saparudin juga menekankan pentingnya keterkaitan pembangunan daerah dengan program strategis nasional. Beberapa proyek yang menjadi perhatian antara lain pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam, koridor kawasan industri, dan peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
Tak hanya infrastruktur, pengembangan ekonomi lokal juga menjadi agenda penting. Pemkot mendorong penguatan Industri Kecil Menengah (IKM) berbasis potensi lokal, seperti sentra olahan nanas dan pengolahan ikan di kawasan Ketapang.
“Potensi lokal harus dikelola lebih baik, tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga manajemen dan pemasaran,” kata Saparudin.
Pada kesempatan itu, Wali Kota juga menyoroti capaian pembangunan Kota Pangkalpinang, termasuk pertumbuhan ekonomi 4,54 persen pada 2025 dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yakni 81,64. Peningkatan ini dinilai sebagai indikator keberhasilan pembangunan yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat.
Melalui Musrenbang RKPD 2027, Pemkot menegaskan komitmen untuk menghadirkan pembangunan yang partisipatif, inklusif, dan berbasis teknologi demi mewujudkan Pangkalpinang yang lebih modern dan responsif terhadap kebutuhan warganya.














