Hari Anak Nasional di LPKA Pangkalpinang, Anak Binaan Didorong Bangun Masa Depan Lewat Pembinaan dan Literasi

Pangkalpinang, IrroNews.com – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Pangkalpinang menjadi momentum untuk memperkuat komitmen berbagai pihak dalam membangun masa depan anak binaan melalui pendidikan, pembinaan karakter, dan pengembangan keterampilan.

Kegiatan yang digelar, Kamis (23/7/2026), dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kepulauan Bangka Belitung Ade Agustina, Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna, Kepala LPKA Kelas II Pangkalpinang Mustafa Kamaluddin Simamora, unsur Forkopimda, Bunda Literasi, serta keluarga anak binaan.

Kepala LPKA Kelas II Pangkalpinang Mustafa Kamaluddin Simamora mengatakan Hari Anak Nasional tahun ini mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”. Menurutnya, tema tersebut menjadi pengingat bahwa setiap anak, termasuk anak binaan, memiliki hak untuk mendapatkan kesempatan memperbaiki kehidupan.

“Pemberian pengurangan masa pidana merupakan bentuk penghargaan negara kepada anak-anak yang telah menunjukkan perubahan perilaku, mengikuti program pembinaan dengan baik, serta memenuhi ketentuan yang berlaku,” kata Mustafa.

Pada kesempatan itu, LPKA Pangkalpinang juga meluncurkan buku Budak Bepantun, sebuah karya sastra yang ditulis oleh anak binaan sebagai upaya melestarikan budaya Melayu Bangka Belitung sekaligus menjadi wadah menyalurkan kreativitas mereka.

“Melalui buku ini kami ingin menunjukkan bahwa anak-anak mampu menuangkan gagasan, perasaan, dan harapan mereka dalam karya sastra yang bernilai. Kami juga berharap adanya dukungan berbagai pihak untuk menghadirkan laboratorium komputer agar anak-anak tidak tertinggal dalam penguasaan teknologi informasi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kepulauan Bangka Belitung Ade Agustina mengapresiasi berbagai inovasi pembinaan yang dilakukan LPKA Pangkalpinang. Menurutnya, pembinaan harus mampu membentuk karakter, meningkatkan kemampuan, dan menumbuhkan optimisme anak untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

“Anak-anak binaan harus terus diberikan kesempatan untuk berkembang melalui pendidikan, literasi, keterampilan, dan pembinaan karakter. Sinergi antara pemerintah, lembaga pemasyarakatan, keluarga, dan masyarakat menjadi kunci agar mereka dapat kembali sebagai generasi yang produktif dan bertanggung jawab,” ujar Ade.

Senada dengan itu, Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna menegaskan Pemerintah Kota Pangkalpinang siap mendukung seluruh program pembinaan anak dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Kami dari Pemerintah Kota Pangkalpinang tentunya mendukung segala upaya pembinaan anak dan siap bersinergi dengan berbagai pihak, karena setiap anak mempunyai kesempatan yang sama walaupun sekarang mereka berada di dalam LPKA dan mereka mempunyai masa depan yang cerah tentunya,” tutur Dessy.

Ia juga berpesan kepada seluruh anak agar tidak berhenti belajar dan terus mempersiapkan diri menjadi generasi yang cerdas, berakhlak, serta bertanggung jawab.

Peringatan Hari Anak Nasional di LPKA Pangkalpinang turut diramaikan dengan penampilan seni anak binaan, penyerahan Surat Keputusan pengurangan masa pidana (remisi), peluncuran buku Budak Bepantun, penyerahan tali kasih dan bingkisan, prosesi sungkeman kepada orang tua, serta pameran hasil karya kreatif anak binaan. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi simbol harapan agar anak binaan mampu bangkit, mengembangkan potensi diri, dan menatap masa depan yang lebih baik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *