Pangkalpinang, IrroNews.com – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Pangkalpinang menyesuaikan pola latihan bagi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2026 dengan mempertimbangkan kondisi cuaca yang tengah berlangsung.
Kepala Kesbangpol Kota Pangkalpinang, Donald Tampubolon, mengatakan secara umum materi pelatihan tahun ini tidak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Namun, pihaknya meminta para pelatih lebih memperhatikan kondisi fisik peserta apabila cuaca di lapangan terlalu panas.
Menurut Donald, kesehatan peserta menjadi prioritas agar seluruh rangkaian pendidikan dan pelatihan dapat diikuti secara optimal tanpa mengabaikan aspek keselamatan.
“Sebenarnya tidak ada perbedaan yang terlalu signifikan. Pelatihannya tetap sama, hanya saja kami sampaikan kepada para pelatih agar melihat kondisi cuaca. Kalau memang cuaca ekstrem, fisik anak-anak jangan terlalu digenjot karena yang kita harapkan bukan hanya fisiknya kuat, tetapi kesehatan mereka juga tetap terjaga,” katanya, Senin (27/7/2026).
Ia menjelaskan, apabila suhu mulai meningkat pada pukul 10.00 hingga 11.00 WIB, latihan di lapangan akan dihentikan sementara. Selanjutnya peserta akan mengikuti pembekalan di dalam ruangan sebelum latihan kembali dilanjutkan pada sore hari.
“Kalau memang cuaca sudah sangat panas pukul 10.00 atau 11.00, latihan di lapangan dihentikan dulu. Nanti disambung lagi sore. Jadi bisa diisi dengan pembekalan di dalam ruangan,” ujarnya.
Donald menambahkan, pemusatan pendidikan dan pelatihan calon Paskibraka melibatkan berbagai unsur, di antaranya TNI, Polri, Duta Paskibraka Pancasila Indonesia, Purna Paskibraka Indonesia (PPI), pamong dari Kesbangpol, serta tim kesehatan.
Selain latihan baris-berbaris, para peserta juga akan memperoleh pembekalan mengenai wawasan kebangsaan, kedisiplinan, kepemimpinan, dan pembentukan karakter sebagai bekal menjalankan tugas saat peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Donald berharap seluruh peserta dapat menjaga semangat dan disiplin selama mengikuti pendidikan dan pelatihan. Ia juga mengajak orang tua untuk ikut mengawasi aktivitas anak di luar jam latihan agar kondisi fisik dan kesiapan peserta tetap terjaga hingga pelaksanaan tugas pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih.










