Pangkalpinang, IrroNews.com — Universitas Bangka Belitung (UBB) mendorong pelaku UMKM hasil perikanan di Kota Pangkalpinang untuk meningkatkan daya saing produk melalui pemanfaatan teknologi pengemasan. Upaya tersebut ditandai dengan penyerahan tiga set alat Modified Atmosphere Packaging (MAP), Kamis (13/8/2026).
Penyerahan alat tersebut menjadi bagian dari program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Akselerasi Kemandirian Ekonomi UMKM Hasil Perikanan Kota Pangkalpinang melalui Inovasi Teknologi Modified Atmosphere Packaging (MAP) dan Manajemen Pemasaran Modern.”
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UBB, Nizwan Zukhri, mengatakan teknologi yang diberikan diharapkan mampu menjawab salah satu tantangan pelaku UMKM, yakni menjaga kualitas produk agar tetap memiliki nilai jual ketika dipasarkan.
Menurut Nizwan, penggunaan teknologi MAP memungkinkan produk dikemas dengan pengaturan atmosfer tertentu sehingga kualitas dan daya tahannya dapat dipertahankan lebih lama.
“Dari sisi ketahanan, dari sisi menariknya, itu akan menjadi semakin bisa bersaing. Dan ini secara otomatisasi,” ujar Nizwan.
Ia menegaskan, keberadaan alat tersebut tidak dimaksudkan hanya untuk digunakan oleh penerima bantuan. UBB mendorong agar fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara bersama-sama oleh anggota kelompok maupun komunitas UMKM.
“Manfaatnya saya tekankan, saya tidak mau hanya untuk beberapa orang. Tetapi harus bisa dimanfaatkan seluruh anggota kelompok dari komunitas UMKM yang ada,” katanya.
Salah satu lokasi pemanfaatan alat MAP tersebut berada di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang.
Nizwan menyebut penyerahan alat pada kegiatan tersebut baru merupakan tahap awal. UBB akan melanjutkan program dengan memberikan pelatihan agar para pelaku usaha mampu mengoperasikan teknologi MAP secara tepat.
“Ini secara simbolis. Kegiatan kita pada hari ini penyerahan, tetapi akan diikuti kegiatan-kegiatan lain, yaitu pelatihan. Tidak mungkin menyerahkan alat saja tanpa ada bagaimana pelatihan penggunaannya,” jelasnya.
Selain keterampilan teknis, pelaku UMKM juga akan dibekali pengetahuan mengenai manajemen pemasaran modern. Dengan demikian, peningkatan kualitas produk melalui teknologi pengemasan diharapkan berjalan beriringan dengan kemampuan memasarkan produk.
Program tersebut merupakan hibah pengabdian kepada masyarakat yang diperoleh melalui kompetisi proposal secara nasional. Proposal yang diajukan Nizwan bersama Christianingrum, Adi, Zain dan tim berhasil lolos dalam kompetisi tersebut.
“Ini merupakan bagian dari hibah. Proposal yang kami ajukan dosen dan bersaing di seluruh Indonesia. Alhamdulillah dua-duanya yang kami ajukan bersama tim lolos,” ungkapnya.
Tak hanya menyerahkan alat, UBB juga sebelumnya menjalankan implementasi smart kuliner Bangka Belitung yang menyasar pedagang kaki lima. Aplikasi tersebut dirancang membantu pelaku usaha melakukan pencatatan kebutuhan bahan, menghitung keuntungan, serta mengelola usaha secara digital.
Nizwan berharap rangkaian pengabdian tersebut dapat menghasilkan manfaat jangka panjang bagi pelaku usaha, khususnya dalam meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi UMKM.
“Harapan kita bukan hari ini saja, tetapi ini akan berlanjut. Mudah-mudahan memang bermanfaat bagi kemajuan dan peningkatan usaha UMKM di Kota Pangkalpinang,” katanya.










