Dari Hutan Pelawan hingga Kuliner, UBB Dorong Namang Maksimalkan Potensi Desa Wisata

Bangka Tengah, IrroNews.com — Desa Namang, Kabupaten Bangka Tengah, memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata. Mulai dari Hutan Pelawan, wisata sawah, kuliner desa, homestay hingga berbagai produk masyarakat.

Potensi tersebut menjadi perhatian Universitas Bangka Belitung (UBB) melalui program Pengabdian Masyarakat Tingkat Universitas (PMTU) Tahun 2026 yang dilaksanakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UBB.

Ketua Tim Pengabdi UBB, Dini Wulansari, mengatakan pengembangan potensi wisata Namang perlu didukung dengan pemanfaatan teknologi informasi agar promosi dan pengelolaannya dapat dilakukan secara lebih optimal.

“Digitalisasi menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat promosi dan tata kelola potensi wisata yang dimiliki Desa Namang,” kata Dini.

Menurut Dini, promosi destinasi wisata di Namang selama ini masih memiliki keterbatasan karena banyak informasi yang justru muncul melalui unggahan pribadi wisatawan.

“Selama ini promosi sejumlah destinasi wisata di Namang masih banyak bergantung pada unggahan pribadi para wisatawan,” ujarnya.

Karena itu, menurut dia, diperlukan platform informasi yang lebih terstruktur untuk menghimpun berbagai informasi mengenai potensi wisata yang ada.

“Kondisi tersebut dinilai perlu dibenahi dengan menyediakan platform informasi yang lebih terstruktur sekaligus meningkatkan kemampuan sumber daya manusia pengelola wisata,” katanya.

Dini menjelaskan, Namang memiliki berbagai potensi yang dapat menjadi daya tarik wisata berbasis lingkungan dan agrowisata.

“Desa Namang sendiri memiliki beragam potensi wisata berbasis lingkungan dan agrowisata, mulai dari Hutan Pelawan, wisata sawah, kuliner desa, homestay hingga berbagai produk masyarakat,” jelasnya.

Namun, pengembangan potensi tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, khususnya dalam pemanfaatan teknologi dan promosi.

“Pengembangan potensi tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan pemanfaatan teknologi informasi, pengelolaan data wisata, infrastruktur pendukung serta promosi digital,” ungkap Dini.

Untuk menjawab tantangan tersebut, UBB memberikan pendampingan kepada perangkat Pemerintah Desa Namang serta pengurus dan anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Kegiatan dilaksanakan pada Jumat (2/10/2026) dengan materi mengenai penggalian dan pengembangan potensi wisata Desa Namang yang disampaikan Dr. Diana Anggraeni, M.Hum.

Sementara materi mengenai Sistem Informasi Wisata Desa Namang disampaikan Ir. Ghiri Basuki Putra, S.T., M.T.

Selain memberikan pelatihan, tim UBB juga menghadirkan sarana digital untuk mendukung promosi destinasi wisata melalui website [www.wisatanamang.info](http://www.wisatanamang.info).

Platform tersebut menyediakan informasi mengenai Hutan Pelawan, wisata sawah dan kuliner, homestay, fasilitas, paket wisata serta berbagai informasi pendukung lainnya.

Sistem tersebut juga dilengkapi peta wisata dan aplikasi Android. Informasi wisata disediakan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris untuk memperluas jangkauan promosi.

Dini mengatakan sistem yang telah dikembangkan tersebut masih dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

“Tim UBB juga akan terus melakukan penyesuaian terhadap sistem berdasarkan masukan dari pemerintah desa dan Pokdarwis,” katanya.

Menurutnya, penyesuaian tersebut penting agar informasi yang ditampilkan tetap sesuai dengan perkembangan destinasi wisata.

“Hal ini dilakukan agar informasi yang ditampilkan tetap relevan dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Melalui pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan, UBB berharap pengelola wisata lokal tidak hanya memiliki sarana teknologi, tetapi juga mampu mengelolanya secara mandiri.

“Desa Namang diharapkan tidak hanya memiliki infrastruktur teknologi informasi, tetapi juga sumber daya manusia lokal yang mampu mengelola data dan konten wisata secara mandiri,” kata Dini.

Ia menilai penguatan teknologi dan sumber daya manusia dapat menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing Desa Wisata Namang.

“Transformasi digital ini diharapkan dapat memperkuat daya saing Desa Wisata Namang, tidak hanya di tingkat regional dan nasional, tetapi juga membuka peluang untuk dikenal di tingkat internasional,” pungkasnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *