Balunijuk, IrroNews.com, - Mahasiswa pertanian Universitas Bangka Belitung (UBB) didorong tidak berhenti pada orientasi mencari pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan. Mereka diharapkan mampu menjadi pelaku usaha, menciptakan inovasi, sekaligus membuka lapangan pekerjaan melalui pengembangan sektor pertanian di Kepulauan Bangka Belitung.
Dorongan tersebut disampaikan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Dr. (H.C.) Hidayat Arsani, S.E. dalam kegiatan pemberian dukungan pendidikan bagi mahasiswa UBB di Kampus Terpadu UBB, Balunijuk, Kabupaten Bangka, Rabu (2/9/2026).
Menurut Hidayat, mahasiswa Fakultas Pertanian, Perikanan dan Kelautan (FPPK) UBB memiliki peluang besar untuk mengambil peran lebih luas dalam pembangunan ekonomi daerah. Pendidikan yang diperoleh di kampus perlu diikuti dengan pengalaman praktik sehingga mahasiswa memiliki kemampuan untuk mengelola usaha pertanian secara mandiri.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berencana mendorong pembangunan kebun percontohan bagi mahasiswa.
Fasilitas tersebut nantinya dapat menjadi tempat mahasiswa mengembangkan kemampuan praktis sekaligus menguji berbagai gagasan dan inovasi di bidang pertanian.
“Ke depan kita akan membuat kebun percontohan untuk mahasiswa. Jadi mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga dapat langsung mempraktikkan bagaimana mengelola pertanian,” ujar Hidayat.
Ia menegaskan, mahasiswa pertanian perlu memiliki pola pikir sebagai pencipta peluang, bukan hanya sebagai pencari pekerjaan. Dengan bekal pendidikan dan pengalaman praktik, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan usaha serta menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
“Mahasiswa jangan hanya berpikir untuk mencari pekerjaan. Kita ingin mereka menjadi pelaku pertanian, mampu berusaha, berinovasi, dan kalau bisa justru menciptakan lapangan pekerjaan,” katanya.
Penguatan kapasitas mahasiswa tersebut turut mendapat dukungan dari Yayasan JHL Merah Putih Kasih. Sebanyak 100 beasiswa diberikan kepada mahasiswa Jurusan Pertanian FPPK UBB untuk membantu keberlanjutan pendidikan sekaligus meningkatkan kapasitas generasi muda di bidang pertanian.
Beasiswa tersebut diserahkan Ketua Dewan Pembina Yayasan JHL Merah Putih Kasih, Jerry Hermawan Lo, kepada Rektor UBB Prof. Dr. Ibrahim, M.Si.
Selain bantuan tersebut, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga menyerahkan beasiswa kerja sama tahap I Tahun Anggaran 2026 kepada 73 mahasiswa dengan total bantuan sebesar Rp195 juta.
Pemprov Babel turut memberikan bantuan sosial pendidikan kepada dua mahasiswa, yakni Nabila Deviya Sari sebesar Rp7 juta dan Apriyadi Safutra sebesar Rp6,25 juta.
Rektor UBB Ibrahim menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan kepada mahasiswa. Menurutnya, bantuan pendidikan tersebut memiliki arti penting karena tidak hanya membantu mahasiswa menyelesaikan pendidikan, tetapi juga menjadi investasi untuk membangun kualitas sumber daya manusia.
“Ini merupakan suatu hal yang luar biasa bagi UBB. Untuk pertama kalinya, lembaga yang bergerak dan berorientasi pada industri serta perekonomian memberikan beasiswa dalam jumlah yang sangat besar kepada mahasiswa Universitas Bangka Belitung,” ujar Ibrahim.
Ia menilai pendidikan memiliki peranan strategis dalam membentuk kompetensi dan karakter seseorang. Melalui pendidikan, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga dibekali kemampuan berpikir, beradaptasi, dan menghadapi perubahan.
“Pendidikan bukan hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membentuk kompetensi, karakter, cara berpikir, serta kemampuan beradaptasi menghadapi perubahan,” katanya.
Bagi mahasiswa pertanian, kemampuan tersebut menjadi semakin penting karena sektor pertanian membutuhkan sumber daya manusia yang mampu mengikuti perkembangan teknologi, membaca peluang pasar, serta menciptakan model usaha baru.
Dalam kesempatan yang sama, UBB dan Yayasan JHL Merah Putih Kasih menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Kerja sama ini menjadi langkah untuk memperluas kolaborasi di bidang pendidikan, peningkatan kapasitas mahasiswa, serta penguatan sumber daya manusia di Bangka Belitung.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya berhenti pada pemberian beasiswa, tetapi berkembang melalui program-program lain yang menyentuh pengembangan pertanian, kewirausahaan, inovasi, teknologi, hingga penguatan kompetensi mahasiswa sesuai kebutuhan dunia industri.
Sementara itu, Jerry Hermawan Lo mengingatkan para mahasiswa penerima beasiswa agar tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberikan.
Ia memperkenalkan prinsip “Panca Krida” sebagai nilai yang perlu diterapkan mahasiswa dalam mencapai keberhasilan, yakni kesempatan, kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan loyalitas.
“Yang pertama adalah kesempatan, yang kedua kerja keras, yang ketiga kerja cerdas, yang keempat kerja tuntas, dan yang kelima loyalitas,” ujar Jerry.
Menurutnya, beasiswa merupakan kesempatan yang harus diikuti dengan kesungguhan mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan masa depan.
Sinergi antara Pemprov Babel, UBB, dan Yayasan JHL Merah Putih Kasih tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia daerah.
Dengan dukungan pendidikan, pengalaman praktik, serta kolaborasi dengan dunia industri, mahasiswa pertanian diharapkan mampu tampil sebagai generasi yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu membangun usaha, melahirkan inovasi, menciptakan lapangan kerja, dan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.






