UBB Dorong Lahirnya Lebih Banyak Doktor, 28 Dosen Ajukan Beasiswa LPDP 2026

Bangka, IrroNews.com  - Universitas Bangka Belitung (UBB) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan kompetensi dosen. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah mendorong para tenaga pendidik melanjutkan studi ke jenjang doktor melalui program Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Komitmen tersebut disampaikan Rektor UBB, Prof. Dr. Ibrahim, M.Si., saat membuka Sosialisasi Beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026 di Gedung Balai Betason Kampus (BBK) UBB, Jumat (10/7/2026).

Dalam kesempatan itu, Prof. Ibrahim mengungkapkan bahwa saat ini sebanyak 28 dosen UBB telah mengajukan Beasiswa LPDP untuk melanjutkan studi. Menurutnya, peningkatan jumlah dosen bergelar doktor menjadi salah satu prioritas universitas guna memperkuat kualitas pendidikan tinggi di Bangka Belitung.

“Kami mendorong seluruh dosen untuk terus meningkatkan kompetensi. Kalau memenuhi syarat, kami tidak akan menghalangi untuk melanjutkan studi, terutama ke luar negeri. Semakin banyak doktor, semakin kuat pula daya saing universitas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, UBB saat ini memiliki 377 dosen yang terdiri atas 315 dosen bergelar magister dan 62 dosen bergelar doktor. Selain itu, sebanyak 67 dosen sedang menempuh studi lanjut sehingga jumlah doktor di lingkungan UBB diproyeksikan meningkat dalam beberapa tahun mendatang.

Tak hanya berfokus pada pengembangan dosen, UBB juga terus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Dalam dua tahun terakhir, jumlah mahasiswa baru meningkat dari sekitar 2.000 menjadi 3.000 orang setiap tahun.

Prof. Ibrahim menilai pembangunan sumber daya manusia menjadi kebutuhan mendesak bagi Bangka Belitung di tengah tantangan berkurangnya sumber daya alam. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan daya saing daerah pada masa depan.

“Kalau kita tidak menyiapkan sumber daya manusia dari sekarang, maka ketika sumber daya alam mulai habis, yang tersisa adalah ketertinggalan. Karena itu, investasi terbaik adalah pendidikan,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Beasiswa LPDP, Dwi Larso, mengatakan percepatan peningkatan jumlah lulusan magister dan doktor merupakan agenda strategis nasional. Indonesia, kata dia, masih tertinggal dibanding sejumlah negara di Asia Tenggara dalam jumlah lulusan pendidikan tinggi jenjang S2 dan S3.

“Kami yakin betul, ini gaspol mengejar ketertinggalan. Malaysia, Vietnam, dan Thailand memiliki lulusan S2 dan S3 sekitar lima kali lipat dibanding Indonesia secara per kapita,” katanya.

Melalui Sosialisasi Beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026 yang diikuti 241 peserta, LPDP memaparkan berbagai kebijakan terbaru, mulai dari persyaratan, mekanisme seleksi, hingga strategi mempersiapkan diri agar lolos memperoleh beasiswa. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong semakin banyak dosen, mahasiswa, alumni, serta masyarakat Bangka Belitung melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik di dalam maupun luar negeri.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *