Pangkalpinang, IrroNews.com - Persoalan drainase menjadi salah satu aspirasi yang disampaikan warga dalam kegiatan reses Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rustam Mataris, di Kelurahan Air Itam, Kota Pangkalpinang.
Warga khususnya di kawasan Kampung Pasir mengeluhkan kondisi saluran air yang dinilai tidak memadai. Saat hujan turun, air dari wilayah yang lebih tinggi mengalir ke kawasan permukiman sehingga menyebabkan banjir.
Menanggapi keluhan tersebut, Rustam mengatakan aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam kegiatan reses akan dicatat dan dibuatkan notulen. Seluruh usulan nantinya akan dibawa dalam rapat paripurna untuk kemudian disampaikan kepada pemerintah.
“Memang sebenarnya harus cepat dibangun masalah saluran di Kampung Pasir itu. Tidak ada saluran sama sekali. Air dari atas turun ke bawah semua, pemerintah harus membuat saluran,” ujar Rustam, Minggu (13/9/2026).
Menurutnya, kondisi saluran yang sudah ada juga perlu mendapat perhatian karena telah lama tidak dibersihkan. Akibatnya, saluran menjadi tersumbat dan tidak mampu mengalirkan air dengan baik ketika hujan.
Ia menilai pembangunan dan pembenahan drainase sangat penting untuk mengurangi risiko banjir yang dirasakan masyarakat, terutama di kawasan permukiman yang berada di bagian bawah.
Rustam menegaskan, pihaknya sebagai wakil rakyat memiliki kewajiban untuk menampung dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Namun, realisasi pembangunan tetap harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran pemerintah daerah.
“Kalau anggarannya terbatas, tidak bisa juga dibangun. Tergantung keuangan pemerintah daerah. Kami selaku anggota dewan hanya mengusulkan, fokus kepada keluhan masyarakat,” katanya.
Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut dan segera mencari solusi atas kebutuhan drainase warga.
“Supaya pemerintah peduli, serius menanggapi dan dikerjakan. Kami juga selaku wakil rakyat malu kalau pemerintah tidak peduli dengan masyarakat. Jadi kami memang melakukan pengawasan terhadap pemerintah,” kata Rustam.






