Pangkalpinang, IrroNews.com – Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Edi Nasapta, meminta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memberikan perhatian khusus terhadap pencarian empat nelayan asal Belitung yang belum ditemukan pascamusibah KM Putra Buluh di perairan Pulau Pengikik, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.
Permintaan tersebut disampaikan Edi setelah mengetahui adanya empat nelayan yang hingga kini masih dalam pencarian. Ia kemudian mengirimkan surat kepada Kepala Basarnas RI agar operasi pencarian terhadap para korban dapat dilakukan secara optimal.
Edi mengaku mendapat informasi terkait musibah tersebut dari Ketua DPW Partai NasDem Kepulauan Bangka Belitung, Fendi Haryono. Informasi itu kemudian mendorong dirinya untuk segera berkoordinasi dengan pihak Basarnas.
“Saya mendapatkan informasi ini dari Ketua DPW NasDem Babel, Kak Fendi Haryono. Setelah saya baca dan mengetahui bahwa ternyata kapal ini berangkat dari Tanjung Pandan dan empat nelayan kita masih hilang, saya langsung membuat surat kepada Kepala Basarnas RI,” kata Edi, Selasa (11/8/2026).
Menurut Edi, kondisi tersebut menjadi perhatian karena para nelayan yang hilang merupakan warga Belitung. Ia berharap pencarian tidak berhenti dan seluruh kemungkinan dapat diperhitungkan oleh tim SAR dalam menentukan lokasi pencarian.
Empat nelayan yang masih dinyatakan hilang yaitu Samsir Arwan (27), Andi Syamsu (53), Muhammad Irfan (28), dan Agustono (28).
Dalam insiden tersebut, seorang nelayan bernama Khairul (30) berhasil bertahan hidup dengan menggunakan tutup fiber sebagai alat bantu apung. Khairul selanjutnya ditemukan dan dievakuasi oleh KM Lima Saudara Kandung.
Edi menyadari bahwa pencarian korban di wilayah perairan memiliki tantangan yang cukup besar. Karena itu, ia meminta agar faktor teknis seperti arah arus, perubahan cuaca dan kemungkinan pergeseran posisi korban menjadi pertimbangan dalam operasi SAR.
“Tim SAR tentu lebih memahami kondisi dan teknis di lapangan. Kita hanya memohon agar seluruh upaya yang memungkinkan bisa dimaksimalkan,” ujarnya.
Ia juga berharap apabila kondisi operasi membutuhkan tambahan kekuatan, unsur pencarian dapat ditambah sesuai kebutuhan di lapangan. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memperbesar peluang ditemukannya para nelayan.
“Kita memahami mencari orang hilang di laut bukan perkara mudah. Kalau diperlukan dukungan atau penambahan unsur pencarian, kita berharap itu juga bisa dilakukan,” katanya.
Selain menyampaikan permintaan kepada Basarnas RI, Edi memberikan apresiasi kepada Kantor SAR Tanjungpinang beserta seluruh unsur yang telah terlibat dalam operasi pencarian.
Ia mendorong koordinasi lintas daerah tetap diperkuat, termasuk antara Kantor SAR Tanjungpinang, Kantor SAR Pangkalpinang, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Pemerintah Kabupaten Belitung dan pihak terkait lainnya.
Edi menilai perkembangan pencarian juga perlu terus dikomunikasikan kepada keluarga korban. Sebab, keluarga empat nelayan tersebut masih menanti kabar mengenai keberadaan anggota keluarga mereka.
“Kasihan keluarga mereka yang menunggu. Sudah beberapa hari belum ada kepastian. Kita tentu berharap mereka segera ditemukan,” tuturnya.
Edi berharap seluruh upaya pencarian dapat membuahkan hasil dan empat nelayan Belitung tersebut segera ditemukan dalam kondisi selamat.
“Kita berterima kasih kepada Basarnas dan semua pihak yang sudah bekerja di lapangan. Sekarang yang terpenting bagaimana pencarian terus dimaksimalkan. Keluarga mereka di Belitung sedang menunggu dan kita semua tentunya berharap ada kabar baik,” pungkasnya.










