Pangkalpinang, IrroNews.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memperkuat pembangunan keluarga melalui sejumlah program prioritas yang menyasar berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia.
Program tersebut meliputi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), serta SIDAYA atau Lansia Berdaya.
Kepala Perwakilan BKKBN Babel, Fazar Supriadi Sentosa, mengatakan program-program tersebut dirancang untuk meningkatkan kualitas kehidupan keluarga melalui penguatan pengasuhan, pemantauan tumbuh kembang anak, serta peningkatan keterlibatan orang tua dalam keluarga.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah TAMASYA. Melalui program ini, perkembangan anak yang dititipkan di tempat pengasuhan dapat dipantau secara berkala sehingga kebutuhan tumbuh kembangnya memperoleh perhatian lebih baik.
“Ini penting di kolaborasi, seperti program TAMASYA itu selama ini kan orang-orang, ibu, bapak menitipkan anak-anak ke tempat pengasuhan anak. Dengan adanya Program TAMASYA anak itu akan lebih termonitor perkembangan anaknya, karena kalau di TAMASYA anak itu diukur perkembangannya,” ujar Fazar.
Selain pengasuhan anak, BKKBN juga mendorong keterlibatan ayah melalui program GATI. Program ini menekankan pentingnya peran ayah dalam mendampingi anak dan mendukung proses pengasuhan di lingkungan keluarga.
Sementara itu, GENTING menjadi bagian dari upaya pencegahan stunting melalui gerakan orang tua asuh. Adapun SIDAYA diarahkan untuk mendukung pemberdayaan kelompok lanjut usia agar tetap berdaya.
Penguatan berbagai program tersebut turut menjadi bagian dari kerja sama antara Pemerintah Kota Pangkalpinang dan BKKBN Babel. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman tentang Program Pembangunan Keluarga, Program Prioritas, serta Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting di Smart Room Center Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Jumat (25/9/2026).
Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin Masyarif, mengatakan dukungan dan pendampingan BKKBN dibutuhkan agar program-program pemerintah yang berkaitan dengan keluarga berencana, stunting, dan persoalan keluarga lainnya dapat berjalan lebih optimal.
“Harapannya tentu kegiatan-kegiatan dan program-program dari kementerian yang dilaksanakan di daerah bisa lebih optimal. Kami juga bisa mendapatkan arahan dari kementerian melalui kantor perwakilan ini untuk kegiatan-kegiatan yang menyangkut keluarga berencana, stunting dan sebagainya,” ujar Saparudin.
Melalui sinergi tersebut, pemerintah berharap pelaksanaan program pembangunan keluarga dapat berjalan lebih terarah dan menjangkau kebutuhan masyarakat secara luas. Penguatan peran keluarga juga diharapkan mendukung pencegahan stunting sekaligus meningkatkan kualitas pengasuhan dan kesejahteraan keluarga di Kota Pangkalpinang.










