Pangkalpinang, IrroNews.com — Gerakan Pangan Murah (GPM) kembali digelar di Kelurahan Temberan, Kota Pangkalpinang, dengan menghadirkan berbagai bahan pangan pokok strategis langsung dari distributor kepada masyarakat. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan pangan tetap aman.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bidang Ketahanan Pangan pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ernawati, mengatakan bahwa kehadiran distributor dalam GPM memungkinkan masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.
“Seperti biasanya, kita mengundang distributor pangan pokok. Mulai dari beras, telur, minyak goreng, daging ayam, cabai, hingga bawang merah yang termasuk pangan pokok strategis,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Dalam kegiatan tersebut, berbagai komoditas dijual langsung kepada masyarakat, di antaranya ayam broiler sekitar Rp23 ribu per kilogram, telur Rp1.700 hingga Rp1.800 per butir, serta tomat Rp12 ribu per kilogram. Untuk cabai, cabai kecil dijual Rp50 ribu per kilogram dan cabai merah Rp45 ribu per kilogram.
Sementara itu, bawang merah dibanderol Rp42 ribu per kilogram, bawang merah asal Pakistan Rp24 ribu per kilogram, bawang putih Rp30 ribu per kilogram, dan bawang bombay Rp28 ribu per kilogram. Beras SPHP dari BULOG dijual Rp59 ribu per 5 kilogram, sedangkan beras premium Rantai Mas berada di kisaran Rp76 ribu per 5 kilogram atau Rp152 ribu untuk 10 kilogram.
Selain itu, tepung terigu dijual Rp11 ribu per kilogram dan kemasan kecil merek Segitiga Biru 500 gram sekitar Rp7 ribu. Gula pasir, baik merek PSM maupun Gulavit, dijual Rp18 ribu per kilogram. Untuk minyak goreng, BeeFood dijual Rp19.500 per liter dan Rose Brand sekitar Rp21 ribu per liter.

Ernawati mengungkapkan, meski harga relatif stabil, terdapat kenaikan pada beberapa komoditas yang menggunakan kemasan plastik akibat naiknya harga bahan baku impor.
“Memang ada kenaikan, terutama untuk produk dengan kemasan plastik seperti gula, karena bahan bakunya impor dan saat ini mengalami kenaikan harga,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa minyak goreng subsidi Minyakita tidak tersedia dalam kegiatan kali ini.
“Minyakita tidak ada, kemungkinan sedang kosong. Jadi yang tersedia minyak goreng premium,” tambahnya.
Dari sisi pasokan, distributor rata-rata membawa sekitar 2 ton beras per jenis, baik SPHP maupun premium, sehingga dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama kegiatan berlangsung.
“Biasanya mereka bawa sekitar 2 ton, jadi stoknya aman,” katanya.

Lebih lanjut, kegiatan GPM ini tidak hanya dilaksanakan di Temberan, melainkan akan berlanjut ke kelurahan lain di Kota Pangkalpinang. Dalam waktu dekat, kegiatan serupa dijadwalkan digelar di Air Mesu.
“Insyaallah kita lanjut ke kelurahan lain, Selasa depan rencananya ke Air Mesu,” ungkap Ernawati.
Melalui GPM, pemerintah berharap masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau sekaligus menjaga kestabilan harga di pasaran, khususnya untuk komoditas pangan pokok.








