Pangkalpinang, IrroNews.com — Pemerintah Kota Pangkalpinang terus mengintensifkan upaya mewujudkan lingkungan kota yang bersih, sehat, dan tertata melalui berbagai kegiatan gotong royong, mulai dari pusat perekonomian hingga lingkungan pendidikan.
Langkah tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang diinstruksikan Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh kepala daerah dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Presiden dalam arahannya menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan secara rutin guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta daya tarik ruang publik dan pariwisata.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin atau Prof. Udin menyatakan bahwa Pemkot Pangkalpinang telah lebih dulu menjalankan gerakan serupa melalui program Gerakan Pangkalpinang Bersih.
“Gerakan Indonesia ASRI sejalan dengan program yang sudah kami jalankan sejak awal kepemimpinan. Gerakan Pangkalpinang Bersih ini menjadi komitmen kami untuk membudayakan gotong royong,” ujar Prof. Udin, (4/2/2026).
Ia menjelaskan, gerakan tersebut telah dimulai sejak 17 Oktober 2025, diawali dari lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang dengan melibatkan seluruh pegawai dan pimpinan perangkat daerah.
Sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan gerakan, Pemkot Pangkalpinang baru-baru ini melaksanakan kegiatan gotong royong di Pasar Pagi Pangkalpinang, salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Ke depan, kegiatan bersih-bersih pasar direncanakan akan dilaksanakan secara rutin setiap satu bulan sekali.
Tidak hanya menyasar pasar, Pemkot Pangkalpinang juga akan fokus pada kawasan wisata, ruang publik, titik-titik rawan banjir, fasilitas umum, serta lingkungan sekolah.
“Dalam waktu dekat, kami akan mengeluarkan surat edaran kepada sekolah-sekolah agar melakukan kegiatan memungut sampah selama 10 menit sebelum proses belajar mengajar dimulai,” jelasnya.
Menurut Prof. Udin, langkah tersebut diharapkan dapat menanamkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan sejak dini, sekaligus menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman dan sehat.
“Ini adalah gerakan bersama. Dari pasar hingga sekolah, kita ingin membangun budaya bersih demi Pangkalpinang yang lebih asri,” katanya. (Ir)














