Pangkalpinag, IrroNews.com – Peserta Didik (Serdik) Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Lemdiklat Polri Dikreg 66 mengadakan Forum Group Discussion (FGD) di Polres Bangka, Kamis (12/2/26), sebagai bagian dari program Transformasi Taktis Aktualisasi Kepemimpinan.
Kegiatan ini diprakarsai Kompol Febri Surya Wardhana, serdik Dikreg 66, dengan melibatkan berbagai instansi terkait seperti Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Dinas PUPR, Bakeuda, hingga Jasa Raharja. FGD ini menjadi bagian dari penyusunan Naskah Karya Perorangan (Naskap) dalam Dik Sespimmen Polri 2026.
Kompol Febri menyatakan, diskusi difokuskan pada optimalisasi penegakan hukum di bidang lalu lintas melalui sistem digital. “FGD ini menjadi momentum mentransformasikan materi pendidikan menjadi implementasi nyata di Polres Bangka,” ujarnya, Sabtu (14/2/26).
Salah satu sorotan utama adalah penerapan sistem tilang elektronik atau ETLE. Sistem ini bekerja dengan kamera lapangan yang otomatis merekam pelanggaran lalu lintas, kemudian surat pemberitahuan dikirim kepada pelanggar, dengan opsi klarifikasi di Polres jika ada keberatan. Sistem ini terintegrasi dengan data kendaraan Korlantas dan teknologi pengenal wajah dari KTP elektronik.
“Dengan ETLE, penegakan hukum bukan sekadar imbauan, tetapi berbasis bukti digital. Kami berharap angka kecelakaan dan fatalitas di Polres Bangka bisa ditekan serta kesadaran masyarakat meningkat,” jelas mantan Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Babel ini.
Kompol Febri menambahkan, ide ini terinspirasi dari keberhasilan penerapan ETLE di Polda Bangka Belitung, khususnya Kota Pangkalpinang, selama tiga tahun terakhir. FGD ini diharapkan menghasilkan gagasan strategis lintas instansi yang memperkuat pelayanan kepolisian dan menjawab tantangan penegakan hukum ke depan.
“Harapan kami, diskusi ini dapat mendorong perubahan nyata dalam penerapan sistem digital di bidang lalu lintas di wilayah Polres Bangka,” pungkasnya. (Tn)














