Pangkalpinang, IrroNews.com – Pemerintah Kota Pangkalpinang membuka peluang kolaborasi strategis dengan jajaran pemasyarakatan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terutama dalam mendorong pemberdayaan warga binaan agar lebih produktif dan berdaya saing.
Hal ini mengemuka dalam audiensi antara Direktorat Jenderal Pemasyarakatan wilayah Kepulauan Bangka Belitung dan Pemerintah Kota Pangkalpinang di Kantor Wali Kota, Kamis (19/2/2026).
Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Babel, Gunawan Sutrisnadi, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut tidak sekadar silaturahmi, tetapi juga membawa misi percepatan 15 program akselerasi kementerian. Dua program yang dinilai memerlukan dukungan pemerintah daerah adalah penguatan ketahanan pangan serta pemberdayaan warga binaan berbasis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurutnya, jajaran pemasyarakatan telah memulai berbagai inisiatif, termasuk pengolahan limbah abu batu bara PLTU menjadi kompos melalui kolaborasi dengan PLN UIW Babel. Dari program tersebut, lapas dan rutan di Babel telah menghasilkan panen perdana sekitar enam ton kompos.
“Kami memiliki potensi besar dari sisi sumber daya dan sarana. Namun untuk optimalisasi, tentu perlu dukungan dan sinergi bersama pemerintah kota,” ujarnya.
Selain pengolahan limbah, pemasyarakatan juga menyatakan kesiapan mendukung program ketahanan pangan nasional melalui skema dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) di lapas atau rutan yang memenuhi kriteria.
Sementara itu, Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, yang akrab disapa Udin, menyambut baik tawaran kolaborasi tersebut. Didampingi Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna dan jajaran, ia menegaskan bahwa Pemkot terbuka terhadap kerja sama yang berdampak langsung pada pemberdayaan dan penguatan ekonomi.
Ia bahkan mendorong agar produk hasil karya warga binaan, khususnya dari lapas perempuan, dapat dilibatkan dalam berbagai bazar dan pameran yang digelar pemerintah kota guna memperluas akses pasar.
“Pada dasarnya mereka menyampaikan kesiapan dalam beberapa program. Selanjutnya kita sesuaikan dan rumuskan teknis kolaborasinya agar bisa segera dijalankan,” ujar Udin.
Tak berhenti pada sektor UMKM dan ketahanan pangan, Pemkot juga melihat peluang sinergi di bidang pengelolaan sampah perkotaan. Warga binaan yang telah memiliki keterampilan dalam pengolahan limbah dan produksi kompos dinilai dapat berkontribusi sebagai bagian dari solusi lingkungan kota.
Ke depan, kedua pihak sepakat menindaklanjuti pertemuan tersebut melalui perjanjian kerja sama resmi agar program yang telah dirancang dapat segera dieksekusi secara konkret dan berkelanjutan.










