Dambus Pelajar Pangkalpinang Semakin Bergeliat, 11 Sekolah Raih Penghargaan

Pangkalpinang, IrroNews.com – Seni musik dambus di kalangan pelajar Kota Pangkalpinang terus menunjukkan perkembangan. Hal itu terlihat dalam Pagelaran Dambus Pelajar SMP se-Kota Pangkalpinang tahun 2026 yang diikuti 414 peserta didik dari berbagai sekolah.

Pagelaran tersebut menjadi bagian dari presentasi hasil belajar Program Dambus Masuk Sekolah (DMS), salah satu program unggulan Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui inovasi Membangun Kebudayaan Daerah dari Sekolah (MKDS).

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang, Darwin, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum bagi para pelajar untuk menunjukkan hasil pembelajaran sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap seni tradisional daerah.

“Pagelaran ini merupakan hasil dari proses pembelajaran Program Dambus Masuk Sekolah. Anak-anak menampilkan hasil belajar mereka dalam kegiatan ini,” kata Darwin.

Menurut Darwin, Program DMS telah berjalan selama lima tahun. Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk mengenalkan dambus kepada pelajar, tetapi juga menumbuhkan minat dan bakat di bidang seni tradisional serta membangun karakter kreatif, apresiatif dan inovatif.

Dalam pagelaran tersebut, sebanyak 11 sekolah mendapatkan penghargaan dalam berbagai kategori :

1. SMP Negeri 3 Pangkalpinang — Penyaji Terbaik 1

2. SMP Negeri 2 Pangkalpinang — Penyaji Terbaik 2

3. SMP Negeri 9 Pangkalpinang — Penyaji Terbaik 3

4. SMP Negeri 10 Pangkalpinang — Penyaji Terbaik 4

5. SMP Negeri 8 Pangkalpinang — Penyaji Terbaik 5

6. SMP Negeri 5 Pangkalpinang — Penyaji Terbaik 6

7. SMP Budi Mulia Pangkalpinang — Penyaji Terfavorit

8. SMP Negeri 1 Pangkalpinang — Penyaji Teratraktif

9. SMP Muhammadiyah Pangkalpinang — Penyaji Terkreatif

10. SMP Negeri 7 Pangkalpinang — Penyaji Terinovatif

11. SMP Negeri 6 Pangkalpinang — Penyaji Berbakat

Pagelaran juga dimeriahkan penampilan kelompok dambus lintas generasi. Grup Rentak Dambus mewakili para maestro, Sanggar Mak Cikar mewakili kelompok perempuan, BTD Pedapuran mewakili kelompok remaja, serta Sanggar Rampai Bunyi mewakili kelompok anak-anak.

Selain menjadi ruang bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan, kegiatan tersebut juga diisi dengan pemberian santunan kepada pelaku seni dan pelestari budaya.

Selain itu, Bank Sumsel Babel Syariah memberikan santunan kepada dua orang musisi dambus yang sedang mengalami sakit parah. Sedangkan Baznas Kota Pangkalpinang memberikan santunan kepada delapan orang maestro dambus dan satu orang juru pelihara cagar budaya yang telah memasuki masa pensiun.

Darwin menyebut keberlanjutan program tersebut penting untuk memastikan seni dambus tetap hidup di tengah generasi muda.

Setelah pagelaran tahun ini, Pemerintah Kota Pangkalpinang berencana mengembangkan kegiatan dambus dalam skala yang lebih besar melalui Festival Budaya Melayu.

Dalam rencana tersebut, sedikitnya 50 pemain dambus dari lima generasi akan dilibatkan dalam pementasan.

“Harapannya dambus menjadi seni musik yang ditempatkan sebagai tuan rumah di negerinya sendiri, tetap lestari dan semakin dicintai serta diminati generasi muda,” ujarnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *