UBB Tak Ingin Hanya Jadi Tetangga Desa, Mahasiswa Didorong Terlibat dalam Pembangunan Masyarakat

BANGKA, IRRO — Universitas Bangka Belitung (UBB) mendorong keterlibatan mahasiswa dalam pembangunan masyarakat desa di sekitar lingkungan kampus. Keberadaan mahasiswa diharapkan tidak hanya memberikan dampak ekonomi, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap kehidupan sosial masyarakat.

Dorongan tersebut mengemuka dalam Sosialisasi Desa Informatif yang digelar Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) UBB di Balai Desa Balunijuk, Kabupaten Bangka, Senin (2/11/2026).

Dosen Sosiologi UBB, Herza, S.Sos., M.A., menilai perkembangan UBB yang semakin besar perlu diikuti dengan hubungan yang lebih kuat antara perguruan tinggi dan masyarakat sekitar.

Menurutnya, pertumbuhan jumlah mahasiswa turut membawa perubahan terhadap kehidupan masyarakat, khususnya di Desa Balunijuk.

Pada 2010, UBB memiliki sekitar 1.000 mahasiswa dengan 19 program studi. Jumlah tersebut meningkat menjadi sekitar 4.000 mahasiswa dengan 20 program studi pada 2020. Hingga 2026, jumlah mahasiswa UBB mencapai sekitar 11.000 orang dengan 36 program studi.

Pertumbuhan tersebut turut mendorong aktivitas ekonomi masyarakat melalui berkembangnya rumah kos, rumah makan, kafe, hingga pusat jajanan.

“Sekarang makin banyak kegiatan mahasiswa, makin banyak rumah makan, rumah kos, tempat kafe dan pusat jajanan. Makin banyak perputaran uang di Balunijuk,” ungkap Herza.

Namun, ia menilai kontribusi perguruan tinggi terhadap desa seharusnya tidak berhenti pada dampak ekonomi semata.

Herza berharap pemerintah desa dapat menjalin kerja sama dengan mahasiswa UBB dalam berbagai kegiatan pemerintahan desa maupun program pemberdayaan masyarakat di Balunijuk dan wilayah sekitarnya.

Dengan demikian, mahasiswa dapat mengambil peran lebih luas sebagai bagian dari masyarakat, sekaligus menerapkan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah untuk membantu menjawab kebutuhan lingkungan sekitar.

Sosialisasi tersebut juga menjadi ruang komunikasi antara UBB dan pemerintah desa. Sebanyak 30 peserta dari aparatur Desa Balunijuk, Desa Pagarawan, dan Desa Jade Bahrin mengikuti kegiatan yang mengusung tema penguatan komunikasi, keterbukaan informasi, dan kolaborasi masyarakat dengan mahasiswa.

Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama UBB, Hesty, S.Si., M.Pd., berharap pertukaran gagasan dalam kegiatan tersebut dapat memberikan masukan bagi peningkatan kualitas pelayanan informasi di lingkungan universitas.

“Kami berharap melalui sosialisasi ini, UBB dapat memperoleh berbagai ide dan inovasi dari aparatur Desa Balunijuk, Pagarawan, dan Jade Bahrin yang dapat menjadi masukan dalam pengembangan dan peningkatan kualitas layanan informasi di UBB,” ujar Hesty.

Berbagai masukan dari pemerintah desa selanjutnya akan disampaikan kepada pimpinan UBB sebagai bahan evaluasi dan pengembangan layanan informasi publik kampus.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *