Batu Pertama SMPN 11 Pangkalpinang Diletakkan, Sekolah Ditargetkan Rampung Akhir 2026

Pangkalpinang, IrroNews.com — Pembangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 11 Pangkalpinang resmi dimulai setelah dilakukan peletakan batu pertama. Sekolah baru ini ditargetkan rampung pada akhir 2026 dan mulai menerima peserta didik baru pada tahun ajaran 2027.

Peletakan batu pertama tersebut menjadi langkah Pemerintah Kota Pangkalpinang dalam menambah fasilitas pendidikan, seiring pertumbuhan jumlah penduduk dan meningkatnya kebutuhan ruang belajar di daerah tersebut.

Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Hidayat Arsani mengatakan pembangunan SMPN 11 menjadi sebuah keharusan karena kebutuhan terhadap fasilitas pendidikan terus meningkat mengikuti pertumbuhan penduduk.

“Sudah wajib dibangun karena sesuai dengan pertumbuhan penduduk makin hari, makin bulan, makin tahun makin bertambah,” kata Hidayat, Rabu (2/9/2026).

Menurutnya, Pemerintah Kota Pangkalpinang telah berinisiatif membangun dua SMP baru, yakni SMPN 11 dan SMPN 12, untuk mendukung perkembangan sektor pendidikan di Kota Pangkalpinang.

Namun, Hidayat mengingatkan pembangunan sekolah tidak hanya sebatas penyediaan gedung. Ketersediaan tenaga pendidik juga harus menjadi perhatian agar sekolah yang telah dibangun dapat beroperasi secara optimal.

“Jangan sampai gedung sudah selesai, guru tidak ada. Ini yang sangat berbahaya,” tegasnya.

Ia berharap Pemerintah Provinsi Babel bersama Pemerintah Kota Pangkalpinang dapat berkolaborasi mencari solusi atas kebutuhan guru, termasuk menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Sementara itu, Wali Kota Pangkalpinang Prof Saparudin mengatakan pembangunan SMPN 11 merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi melihat pertumbuhan penduduk Kota Pangkalpinang.

Saparudin menyebut pembangunan yang dimulai saat ini merupakan tahap awal. Ke depan, Pemkot Pangkalpinang akan mengusulkan penambahan ruang belajar kepada Pemerintah Provinsi Babel.

“Yang penting tahun depan bisa belajar, anak-anak kita bisa menerima murid baru. Kemudian kami akan meminta Pak Gubernur untuk penambahan ruang belajar,” ujar Saparudin.

Untuk tahap awal, SMPN 11 Pangkalpinang akan memiliki tiga rombongan belajar dengan daya tampung sekitar 100 siswa.

Saparudin menargetkan pembangunan sekolah tersebut selesai pada akhir tahun sehingga dapat digunakan untuk menerima siswa baru pada tahun depan.

Persoalan tenaga pendidik juga menjadi perhatian Pemkot Pangkalpinang. Saparudin mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Babel terkait kemungkinan pemanfaatan tenaga P3K yang memiliki latar belakang pendidikan.

Selain itu, Pemkot Pangkalpinang akan menyiapkan program Pendidikan Profesi Guru (PPG) sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan guru di sekolah tersebut.

“Insyaallah tahun depan ini sudah bisa berjalan,” katanya.

Dengan dimulainya pembangunan SMPN 11, Pemerintah Kota Pangkalpinang berharap penambahan sekolah tersebut dapat memperluas akses pendidikan sekaligus mengantisipasi kebutuhan ruang belajar bagi masyarakat seiring pertumbuhan penduduk.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *