Pangkalpinang, IrroNews.com — Upaya menjaga kebersihan sejumlah ruang publik di Kota Pangkalpinang mendapat dukungan dari Bank Negara Indonesia (BNI). Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), BNI menyerahkan 15 unit tong sampah kepada Pemerintah Kota Pangkalpinang.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari dukungan BNI terhadap Gerakan Indonesia Asri dan program Pangkalpinang Bersih yang tengah digencarkan pemerintah daerah.
Branch Manager BNI Kantor Cabang Bangka Trade Center, Riko Noviansyah, mengatakan bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah, khususnya dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman bagi masyarakat.
“Bantuan ini memang kami berikan untuk mendukung program kerja dari pemerintah, terutama Kota Pangkalpinang. Mudah-mudahan bantuan yang kami berikan ini bermanfaat untuk masyarakat,” kata Riko.
Sebanyak 15 unit tong sampah akan ditempatkan di tiga lokasi ruang publik, yakni Alun-Alun Pangkalpinang, Taman Wilhelmina dan Bukit Delima.
Menurut Riko, penyaluran sarana kebersihan tersebut merupakan bentuk awal keterlibatan BNI dalam mendukung program pemerintah di Kota Pangkalpinang. Ke depan, pihaknya berharap kolaborasi melalui program CSR dapat terus dilakukan.
“Kalau untuk di Kota Pangkalpinang pertama kali,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Pangkalpinang, Prof Saparudin, menyambut baik dukungan dari BNI. Menurutnya, upaya menciptakan kota yang bersih membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya pemerintah.
“Sore ini juga menerima bantuan kotak sampah dari BNI sebanyak 15 set. Kita akan letakkan di tempat-tempat umum,” ujar Saparudin.
Ia mengatakan program Pangkalpinang Bersih diarahkan tidak hanya pada penyediaan tempat sampah, tetapi juga membangun kebiasaan masyarakat untuk memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.
Program tersebut mencakup sejumlah ruang publik, sekolah dan tempat umum lainnya. Pemerintah juga terus mengembangkan sistem pengolahan sampah melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R).
Saparudin menyebut pada 2026 terdapat lima unit TPS 3R yang masuk dalam program pengelolaan sampah di Kota Pangkalpinang. Salah satunya merupakan pembangunan baru dari Kementerian PUPR di kawasan Air Kepala Tujuh, sedangkan dua unit lainnya akan direvitalisasi di Genas dan Ketapang.
“Nanti tahun 2027 kita programkan dua lagi, sehingga menjadi tujuh. Mudah-mudahan tahun 2027 itu bisa terpenuhi, sehingga untuk pengolahan sampah kita bisa selesaikan,” katanya.
Selain pengembangan TPS 3R, pemerintah juga menyiapkan penataan kawasan tempat pemrosesan akhir yang sudah tidak aktif. Area yang tidak lagi digunakan untuk pembuangan sampah akan ditutup dan direncanakan menjadi kawasan hijau.
Sementara bagian yang masih aktif akan diarahkan untuk pengembangan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) sebagai bagian dari sistem penanganan residu.
Saparudin berharap dukungan dari BNI dapat menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam menangani persoalan lingkungan.
Menurutnya, semakin banyak pihak yang terlibat dalam gerakan kebersihan, semakin kuat pula upaya membangun Pangkalpinang sebagai kota yang bersih, nyaman dan asri.










