Pangkalpinang, IrroNews.com – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Pangkalpinang menyiapkan 261 peluang kerja melalui penyelenggaraan Pangkalpinang Job Fair 2026. Kegiatan ini diikuti 18 perusahaan yang membuka kebutuhan tenaga kerja untuk 46 jabatan.
Kepala Disnaker Kota Pangkalpinang, Amrah Sakti, mengatakan pelaksanaan job fair tahun ini lebih mengutamakan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kesesuaian kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan dunia industri.
Menurutnya, dari lebih 20 perusahaan yang sebelumnya mendaftar, Disnaker melakukan seleksi hingga menetapkan 18 perusahaan yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Kami lebih mengedepankan kualitas SDM dibanding kuantitas. Sebelumnya lebih dari 20 perusahaan yang mendaftar, namun hanya 18 perusahaan yang kami ikut sertakan di Job Fair 2026,” ujarnya, Rabu (14/10/2026).

Amrah menjelaskan, Disnaker berupaya mengubah pola pelayanan kepada masyarakat, khususnya pencari kerja, dengan membangun pendekatan langsung bersama dunia industri. Langkah ini diharapkan dapat membantu perusahaan memperoleh tenaga kerja sesuai kebutuhan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap informasi lowongan pekerjaan.
Melalui job fair tersebut, perusahaan dan pencari kerja dapat berkomunikasi secara langsung dan terbuka mengenai kebutuhan tenaga kerja maupun persyaratan rekrutmen yang tersedia.
“Tujuan kita agar dunia industri juga terbantu sehingga tercipta keterbukaan dan kerja sama yang baik antara perusahaan dan Disnaker. Di Job Fair 2026 ini, rekrutmen atau informasi terkait kebutuhan perusahaan dan tenaga kerja dapat dikomunikasikan langsung secara terbuka,” katanya.

Lebih lanjut, Amrah menyebutkan bahwa berdasarkan data Disnaker, terdapat lebih dari 900 perusahaan di Kota Pangkalpinang yang tercatat wajib lapor. Sektor perdagangan, jasa, dan industri pengolahan menjadi sektor yang mendominasi, termasuk industri pengolahan timah.
Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam menyusun strategi penyiapan tenaga kerja agar lebih sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
Selain memfasilitasi pertemuan antara perusahaan dan pencari kerja, Disnaker juga berupaya meningkatkan kompetensi masyarakat melalui program pelatihan dan sertifikasi. Dengan bekal tersebut, pencari kerja diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan, termasuk di luar daerah.

“Kita juga berupaya agar para pencari kerja tidak hanya ditempatkan di dalam kota saja. Mereka bisa dilatih agar memiliki sertifikasi kompetensi sebagai modal bagi mereka untuk memperoleh pekerjaan di luar daerah,” tutup Amrah.










