Pangkalpinang, IrroNews.com – Turnamen Golf Ceng Beng Cup 2026 menghadirkan perpaduan antara olahraga, budaya, dan pariwisata di Pangkalpinang. Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Golf Girimaya, Sabtu (4/4/2026), ini menjadi bagian dari rangkaian Festival Kampung Bintang.
Sebanyak 80 peserta dari berbagai kalangan turut ambil bagian dalam turnamen tersebut. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan masyarakat.
Wali Kota Prof Saparudin yang hadir bersama Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna menegaskan bahwa turnamen ini memiliki makna lebih dari sekadar olahraga.
“Ceng Beng Cup ini bukan hanya ajang pertandingan, tetapi juga momentum untuk mempererat kebersamaan masyarakat,” ujar Saparudin.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan dan penyambutan terhadap masyarakat Tionghoa yang menjalankan tradisi Ceng Beng.
“Kita ingin menyambut saudara-saudara kita yang melaksanakan Ceng Beng dengan kegiatan yang positif, salah satunya melalui olahraga golf,” katanya.
Menurutnya, pendekatan tersebut penting untuk menciptakan suasana yang harmonis dan inklusif di tengah keberagaman masyarakat.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita menunjukkan bahwa keberagaman adalah kekuatan, dan bisa kita wujudkan dalam bentuk kebersamaan yang nyata,” ungkapnya.
Saparudin juga menyoroti upaya pemerintah dalam menghidupkan kembali tradisi event olahraga di kota tersebut.
“Turnamen ini dulu sempat eksis sejak era 1990-an, dan sekarang kita hidupkan kembali dengan konsep yang lebih segar dan kolaboratif,” jelasnya.
Ia memastikan bahwa pemerintah kota memiliki komitmen untuk menjadikan Ceng Beng Cup sebagai agenda rutin.
“Kami berkomitmen menjadikan Ceng Beng Cup sebagai agenda tahunan, bahkan ke depan akan ada lebih banyak turnamen golf yang kita hadirkan,” tegasnya.
Selain aspek olahraga, ia juga melihat potensi besar dari sisi pariwisata yang bisa dikembangkan melalui kegiatan ini.
“Golf ini punya daya tarik tersendiri, apalagi dimainkan di ruang terbuka dengan pemandangan alam yang indah. Ini bisa menjadi nilai tambah bagi sektor pariwisata kita,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan ini mampu memberikan dampak luas, tidak hanya bagi pecinta olahraga, tetapi juga bagi perekonomian daerah.
“Kami optimistis, dengan kolaborasi antara olahraga, budaya, dan pariwisata, Pangkalpinang bisa semakin dikenal sebagai destinasi sport tourism yang menarik,” tutupnya.










