Pangkalpinang, IrroNews.con – Di balik berbagai capaian pembangunan yang dinilai positif dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025, Pemerintah Kota Pangkalpinang menghadapi tantangan serius pada sektor investasi yang mengalami penurunan signifikan.
Dalam rapat paripurna DPRD, Wali Kota Pangkalpinang, Prof Saparudin, mengungkapkan bahwa realisasi investasi tahun 2025 tercatat sebesar Rp2,62 triliun. Angka tersebut menurun cukup tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp4,94 triliun.
Penurunan ini menjadi sorotan penting, mengingat investasi merupakan salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah dan penciptaan lapangan kerja. Pemerintah kota pun mengakui perlunya langkah strategis untuk meningkatkan kembali daya tarik investasi di Pangkalpinang.
“Ini menjadi perhatian kami ke depan. Berbagai upaya akan terus dilakukan untuk menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif,” ujar Saparudin.
Meski demikian, di tengah penurunan investasi, sejumlah indikator pembangunan lainnya justru menunjukkan tren positif. Tingkat pengangguran terbuka berhasil ditekan menjadi 5,73 persen dari sebelumnya 5,98 persen. Penurunan ini didukung oleh pelaksanaan job fair serta pelatihan tenaga kerja.
Selain itu, sektor layanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan tetap menjadi prioritas dengan tingkat realisasi anggaran yang tinggi. Cakupan Universal Health Coverage (UHC) bahkan hampir menyentuh angka sempurna, yakni 99,86 persen.
Dari sisi keuangan daerah, Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga melampaui target dengan capaian 107,89 persen. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kemandirian fiskal daerah, meskipun secara total pendapatan belum mencapai target penuh.
Pemerintah Kota Pangkalpinang juga terus mendorong berbagai program sosial dan inovasi pelayanan publik, termasuk layanan administrasi kependudukan di hari libur serta program jemput bola bagi masyarakat.
Sejumlah penghargaan turut diraih sepanjang tahun 2025, seperti opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK dan predikat badan publik informatif.
Ke depan, pemerintah menegaskan akan fokus pada penguatan sektor investasi tanpa mengabaikan capaian yang telah diraih. Sinergi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat dinilai menjadi kunci untuk menjaga kesinambungan pembangunan di Kota Pangkalpinang.














