Pangkalpinang, IrroNews.com – Kota Pangkalpinang dipercaya menjadi tuan rumah Kursus Kepemimpinan Lanjut (KKL) Pemuda Katolik Tahun 2026 yang diikuti peserta dari 20 provinsi di Indonesia.
Kegiatan kaderisasi tingkat lanjut tersebut mengusung tema “Kepemimpinan Inklusif dan Kolaborasi dalam Mengawasi Pembangunan dan Akselerasi Ekonomi Daerah yang Berkelanjutan.”
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Pangkalpinang, Agustu Afendi mengatakan Pemerintah Kota Pangkalpinang mengapresiasi penunjukan daerahnya sebagai lokasi pelaksanaan KKL Pemuda Katolik 2026.
Menurutnya, kehadiran peserta dari berbagai daerah menjadi peluang untuk memperkenalkan potensi wisata dan kuliner Kota Pangkalpinang kepada peserta dari seluruh Indonesia.
“Pangkalpinang sangat mengapresiasi ditunjuknya sebagai tuan rumah. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa memperkenalkan kuliner dan pariwisata yang ada di Kota Pangkalpinang kepada peserta dari 20 provinsi,” katanya.
Ia juga menilai KKL menjadi wadah penting dalam proses kaderisasi dan pembentukan kepemimpinan generasi muda lintas daerah.
“KKL tingkat lanjut ini merupakan bentuk pembentukan leadership awal bagi kader-kader pemuda di Indonesia,” ujarnya.
Agustu menambahkan, Pemerintah Kota Pangkalpinang selama ini terus menjaga semangat keberagaman melalui berbagai kegiatan lintas agama, salah satunya Kemah Pemuda Lintas Agama yang rutin digelar bersama Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB).
“Kita rutin melaksanakan kegiatan lintas agama yang melibatkan pemuda Katolik, Kristen, Islam, Buddha, Khonghucu dan lainnya. Ini bagian dari menjaga keberagaman dan semangat Bhinneka Tunggal Ika,” ucapnya.
Ia berharap seluruh organisasi kepemudaan, termasuk Pemuda Katolik, dapat terus bersinergi dan berkolaborasi mendukung pembangunan daerah.
“Harapannya semua organisasi pemuda dapat bersinergi dan berkolaborasi mendukung visi misi pemerintah, khususnya pembangunan di Kota Pangkalpinang,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Stefanus Gusma menjelaskan KKL merupakan tahapan kaderisasi tertinggi di organisasi Pemuda Katolik.
Ia menyebut peserta yang mengikuti kegiatan tersebut berasal dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari anggota dewan, pengusaha hingga praktisi hukum.
“Teman-teman meninggalkan pekerjaan dan profesinya untuk hadir di Pangkalpinang selama empat hari tiga malam untuk berproses dalam ruang kaderisasi,” ujarnya.
Stefanus juga menekankan pentingnya peran pemuda dalam mendorong pembangunan ekonomi daerah melalui inovasi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah.
Menurutnya, Pemuda Katolik telah mengembangkan berbagai inisiatif, termasuk aplikasi digital desa yang dapat dimanfaatkan pemerintah daerah untuk mendukung program pembangunan dan ekonomi desa.
“Ini kontribusi nyata Pemuda Katolik dalam mengakselerasi program prioritas pemerintah sekaligus memperkuat organisasi melalui pengembangan unit usaha,” katanya.










