Pemkot Pangkalpinang Inventarisasi KWT, Dorong Kelompok Tani Lebih Produktif

Pangkalpinang, IrroNews.com – Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang akan melakukan inventarisasi ulang Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk memetakan potensi dan kondisi kelompok tani yang tersebar di wilayah tersebut.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperkuat produktivitas pertanian masyarakat sekaligus mendukung ketersediaan pangan lokal di Kota Pangkalpinang.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, Yiyi Zilaida Dwitri, mengatakan pendataan ulang diperlukan mengingat jumlah KWT di Pangkalpinang cukup banyak dengan kondisi dan potensi yang beragam.

Menurutnya, inventarisasi tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan bentuk pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing kelompok.

“KWT yang ada akan kita inventarisasi kembali, kemudian dilakukan pembinaan, terutama oleh bidang pertanian, agar kelompok-kelompok tersebut bisa lebih produktif,” ujar Yiyi saat pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kelurahan Kejaksaan, Kecamatan Taman Sari, Kamis (24/9/2026).

Ia menjelaskan, pendataan tidak hanya bertujuan mengetahui keberadaan kelompok, tetapi juga melihat potensi yang sudah dikembangkan, termasuk KWT yang memiliki fasilitas pertanian seperti hidroponik.

Melalui pemetaan tersebut, pemerintah diharapkan dapat mengoptimalkan potensi yang dimiliki setiap kelompok agar kegiatan pertanian berjalan lebih efektif dan memberikan hasil yang bermanfaat bagi masyarakat.

Pembinaan KWT juga diharapkan mampu mendorong kelompok tani mengembangkan usaha pertanian secara berkelanjutan. Dengan demikian, kelompok tidak hanya menjadi wadah kegiatan masyarakat, tetapi juga berpotensi meningkatkan produksi pangan lokal.

Upaya penguatan KWT ini menjadi salah satu langkah Dinas Pangan dan Pertanian dalam mendukung ketahanan pangan daerah. Selain mendorong produktivitas kelompok tani, pemerintah juga terus mengupayakan akses masyarakat terhadap bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah.

Yiyi berharap, melalui pendataan dan pembinaan yang berkelanjutan, potensi kelompok wanita tani di Pangkalpinang dapat dikembangkan secara optimal sehingga berkontribusi terhadap penguatan sektor pertanian dan ketersediaan pangan di daerah.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *