Pengangguran Pangkalpinang Masih di Atas Rata-rata Nasional, Jadi PR Pemkot

Pangkalpinang, IrroNews.com – Angka pengangguran di Kota Pangkalpinang masih berada di atas rata-rata nasional. Kondisi tersebut diakui Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, sebagai pekerjaan rumah (PR) yang harus menjadi perhatian pemerintah daerah dalam beberapa tahun ke depan.

Menurut Saparudin, berbagai program tengah disiapkan untuk menekan angka pengangguran, salah satunya melalui peningkatan keterampilan masyarakat agar lebih siap memasuki dunia kerja.

“Pengangguran di Kota Pangkalpinang memang masih di atas rata-rata nasional. Itu yang menjadi PR kita ke depan untuk lebih memperhatikan program-programnya,” kata Saparudin, Kamis (11/6/2026).

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota Pangkalpinang tahun ini menyiapkan Balai Latihan Kerja (BLK) yang diharapkan dapat menjadi wadah pengembangan kompetensi bagi masyarakat pencari kerja.

Selain itu, Pemkot juga akan memanfaatkan program pelatihan keterampilan dari pemerintah pusat yang ditujukan untuk membuka peluang kerja bagi warga Pangkalpinang, termasuk ke luar negeri.

Saparudin mengungkapkan, Kota Pangkalpinang berpeluang mendapatkan kuota sebanyak 500 peserta dalam program pelatihan yang digagas kementerian terkait. Program tersebut rencananya mulai dilaksanakan sekitar September atau Oktober mendatang.

Sebanyak 500 peserta itu nantinya akan mendapatkan pelatihan sesuai kebutuhan pasar kerja. Kompetensi yang diajarkan akan disesuaikan dengan permintaan tenaga kerja, baik di dalam maupun luar negeri.

“Kalau kebutuhannya perawat, akan kita latih untuk perawat. Kalau yang dibutuhkan tenaga las atau welder, maka akan kita siapkan pelatihannya,” ujarnya.

Ia berharap program peningkatan keterampilan melalui BLK maupun pelatihan dari pemerintah pusat dapat menjadi salah satu solusi dalam menekan angka pengangguran di Pangkalpinang. Dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan industri, masyarakat diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *