Prof. Saparudin: Teknologi Tak Boleh Turunkan Kualitas Bahasa

Pangkalpinang, IrroNews.com — Perkembangan teknologi digital yang pesat dinilai membawa tantangan tersendiri terhadap kualitas penggunaan bahasa, khususnya di kalangan generasi muda. Hal ini disampaikan Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, saat menghadiri kegiatan Peningkatan Kemahiran Berbahasa Indonesia bagi guru dan tenaga kependidikan, Selasa (14/04/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Hotel Cordela Pangkalpinang tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran guru dalam menjaga kualitas bahasa di tengah arus digitalisasi.

Dalam sambutannya, Prof. Saparudin menegaskan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh menjadi alasan menurunnya standar berbahasa, baik lisan maupun tulisan. Menurutnya, kemudahan akses informasi dan penggunaan media digital justru harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis serta penggunaan bahasa yang baik dan benar.

“Teknologi memberi kemudahan, tetapi juga tantangan. Jika tidak disikapi dengan bijak, kualitas bahasa kita bisa menurun, terutama di kalangan generasi muda,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa guru memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam membentuk kemampuan literasi peserta didik. Oleh karena itu, peningkatan kemahiran berbahasa Indonesia menjadi sangat penting bagi tenaga pendidik.

Selain itu, Prof. Saparudin juga mengingatkan pentingnya menjaga fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan yang telah menyatukan berbagai suku dan daerah di Tanah Air. Ia menilai, kemampuan berbahasa yang baik akan mendukung proses pembelajaran sekaligus meningkatkan kualitas komunikasi dalam dunia pendidikan.

Tak hanya itu, ia turut mendorong para guru untuk aktif menulis sebagai bagian dari penguatan literasi. Menurutnya, melalui tulisan, gagasan dan pemikiran seseorang dapat terus hidup dan memberi manfaat bagi banyak orang.

“Kita harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, tetapi tetap menjaga kualitas bahasa dan semangat literasi. Guru harus menjadi contoh bagi siswa dalam hal ini,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat meningkatkan kompetensi berbahasa Indonesia, sekaligus mampu menularkan kemampuan tersebut kepada generasi muda, sehingga kualitas literasi di dunia pendidikan terus berkembang.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *