Pangkalpinang, IrroNews.com — Proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2026 di Kota Pangkalpinang berlangsung ketat sejak tahap awal. Dari ratusan pelajar yang mendaftar, hanya sebagian yang mampu melanjutkan ke tahap berikutnya, dengan faktor tinggi badan menjadi kendala terbesar.
Melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, pemerintah kota mencatat lebih dari 200 pendaftar mengikuti seleksi administrasi. Namun, hanya 154 peserta yang dinyatakan memenuhi syarat awal dan berhak melanjutkan ke tahapan seleksi lanjutan.
Kepala Kesbangpol Pangkalpinang, Donald Tampubolon, mengungkapkan bahwa banyak peserta gugur akibat tidak memenuhi standar tinggi badan yang telah ditentukan.
Menurutnya, ketentuan nasional dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila menetapkan tinggi minimal 170 cm untuk putra dan 165 cm untuk putri. Namun, pemerintah daerah memberikan penyesuaian agar lebih banyak pelajar berkesempatan mengikuti seleksi.
“Untuk kondisi daerah, kita turunkan menjadi 167 cm bagi putra dan 162 cm bagi putri. Ini agar kesempatan tetap terbuka, meski tetap menjaga kualitas,” ujarnya, (8/4/2026).
Meski ada kelonggaran di tingkat kota, standar nasional tetap diberlakukan bagi peserta yang akan melaju ke tingkat provinsi dan pusat. Nantinya, Pangkalpinang akan mengirimkan 10 peserta terbaik, terdiri dari lima putra dan lima putri, untuk bersaing di tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Seleksi Paskibraka tahun ini mengusung sistem bertahap dengan pola gugur. Peserta telah melewati tes intelegensia umum dan wawasan kebangsaan di hari pertama. Tahapan berikutnya mencakup pemeriksaan kesehatan, parade, hingga penilaian Peraturan Baris Berbaris (PBB).
Selain itu, peserta juga akan menghadapi tes kesamaptaan yang meliputi lari, push-up, sit-up, dan shuttle run. Tahap akhir berupa wawancara kepribadian akan menjadi penentu sebelum penetapan peserta terpilih.
Panitia menargetkan sebanyak 34 pelajar terbaik untuk menjadi anggota Paskibraka tingkat kota tahun ini.
Untuk menjaga transparansi dan objektivitas, seleksi melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Dinas Kesehatan, hingga tim psikologi terapan.
Di sisi lain, pemerintah kota juga memastikan bahwa peserta yang belum lolos tetap mendapat apresiasi. Mereka akan dikukuhkan sebagai Paskibra sekolah sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi dan latihan yang telah dijalani.
Peserta yang terpilih nantinya akan menjalani masa bakti selama satu tahun. Pemusatan latihan dijadwalkan berlangsung pada Agustus, menjelang pengukuhan sekitar pertengahan bulan, sebelum bertugas dalam upacara kenegaraan.
Seleksi ini tidak hanya menjadi ajang pencarian anggota Paskibraka, tetapi juga sarana pembinaan karakter generasi muda di Pangkalpinang.










