Pangkalpinang, IrroNews.com – Universitas Bangka Belitung (UBB) menggelar kuliah umum bertajuk “Tantangan Perguruan Tinggi dalam Mendorong Keterbukaan Informasi Publik di Tengah Disrupsi Teknologi” di Kampus Terpadu UBB, Kamis (7/5/2026. Kegiatan tersebut menghadirkan Ketua Komisi Informasi Pusat RI, Donny Yoesgiantoro, sebagai narasumber utama.
Kuliah umum ini membahas peran strategis perguruan tinggi dalam membangun keterbukaan informasi publik di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Dalam pemaparannya, Donny menilai perguruan tinggi memiliki tanggung jawab penting sebagai pusat literasi dan agen perubahan sosial.
Menurutnya, disrupsi teknologi membawa tantangan baru dalam pengelolaan informasi publik, mulai dari penyebaran disinformasi, keamanan data, hingga tuntutan transparansi pelayanan publik.
“Keterbukaan informasi publik bukan hanya kewajiban administratif, tetapi bagian penting untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan tinggi,” ujarnya.
Ia menambahkan, kampus harus mampu menyediakan sistem informasi yang akurat, mudah diakses, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Selain itu, perguruan tinggi juga dituntut menjaga etika digital serta keamanan data di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat.
Dalam kesempatan tersebut, Donny turut menyinggung amanat Pasal 28F UUD 1945 mengenai hak setiap orang untuk memperoleh dan menyampaikan informasi melalui berbagai saluran yang tersedia.
Selain membahas keterbukaan informasi, Donny juga menekankan pentingnya penguatan literasi digital di lingkungan akademik. Menurutnya, sivitas akademika perlu memiliki kemampuan memilah informasi, memahami etika digital, dan memanfaatkan teknologi secara produktif serta bertanggung jawab.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Sistem Informasi, dan Kerja Sama UBB, Hamsani, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kuliah umum tersebut. Ia mengatakan kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman sivitas akademika terkait keterbukaan informasi publik di era digital.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Komisi Informasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ita Rosita, perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, serta sivitas akademika UBB.
Antusiasme peserta terlihat dari berbagai diskusi mengenai implementasi keterbukaan informasi di perguruan tinggi, pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan publik, hingga tantangan komunikasi di era media sosial.
Melalui kegiatan ini, UBB menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya keterbukaan informasi, meningkatkan literasi digital, serta mendorong tata kelola perguruan tinggi yang transparan dan akuntabel di tengah perkembangan teknologi digital.














