PANGKALPINANG, IRRO – Sebanyak 88 calon penerima bantuan sosial di Kota Pangkalpinang tidak masuk dalam daftar penerima hasil verifikasi. Dari 223 nama yang tercatat dalam data awal, hanya 135 calon penerima yang dinyatakan memenuhi persyaratan untuk memperoleh bantuan melalui program Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Program Keluarga Harapan (PKH), dan bantuan sembako.
Pemeriksaan tersebut menemukan sejumlah ketidaksesuaian, mulai dari perubahan kondisi ekonomi hingga persoalan domisili. Indikasi keterlibatan dalam judi online juga menjadi salah satu hal yang diperiksa dalam penetapan penerima bantuan.
Kepala Dinas Sosial Kota Pangkalpinang, Khotaman Barkah, mengatakan pemeriksaan lapangan dilakukan oleh pendamping masing-masing program untuk memastikan data calon penerima sesuai dengan kondisi sebenarnya.
“Data awal yang kami terima sebanyak 223. Tetapi setelah diverifikasi di lapangan oleh para pendamping program masing-masing, tersisa 135,” kata Barkah.
Ia menjelaskan, sebagian calon penerima tidak lagi memenuhi kriteria karena kategori desilnya sudah tidak sesuai ketentuan. Selain itu, terdapat calon penerima yang meninggal dunia, pindah domisili, atau tidak ditemukan di alamat yang tercatat.
Indikasi keterlibatan judi online turut menjadi salah satu temuan dalam proses pemeriksaan tersebut.
Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, menjelaskan bahwa penerima bantuan harus memenuhi ketentuan kategori desil yang ditetapkan pemerintah. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur tawaran judi online.
“Desil 1 sampai 4, Bapak Ibu, ya, 1 sampai 4 desilnya. Tapi ada tambahan, Bapak Ibu tidak boleh terlibat, apa tadi? Judi online,” ujar Saparudin.
Menurutnya, bantuan sosial harus diterima oleh keluarga yang memang masih membutuhkan dukungan pemerintah. Karena itu, perubahan kondisi kesejahteraan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam proses pemutakhiran data.
“Setelah dicek, ternyata sudah tidak perlu menerima lagi karena sudah berada desilnya sudah lebih tinggi, jadi mungkin tingkat kesejahteraannya sudah lebih baik, ya,” katanya.
Saparudin berharap bantuan yang diberikan dapat membantu keluarga memenuhi kebutuhan dasar sekaligus menjadi dorongan untuk memperbaiki kondisi ekonomi mereka.
“Dan tentu dengan harapan kita juga dengan adanya bantuan ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, jangan sampai nanti bantuan ini dipakai dengan hal-hal yang tidak benar gitu ya dan memang untuk kebutuhan,” ujarnya.
Di sisi lain, sebagian penerima yang ditetapkan pada periode ini berasal dari daftar tunggu. Mereka sebelumnya telah terdata, tetapi belum memperoleh bantuan karena keterbatasan kuota.
Dinas Sosial mengundang 80 penerima untuk mengikuti pelayanan secara langsung di Rumah Dinas BNI Pangkalpinang pada Selasa (20/10/2026). Penerima lainnya akan dilayani secara bertahap dengan menyesuaikan kapasitas tempat dan kesiapan petugas.
Hasil verifikasi tersebut memperlihatkan pentingnya pembaruan data dalam penyaluran bantuan sosial. Pemerintah berharap bantuan dapat menjangkau masyarakat yang memenuhi persyaratan, sementara keluarga yang mengalami perubahan kondisi kesejahteraan dapat dinilai kembali sesuai ketentuan yang berlaku.










